Selamat datang di sistem Online UNISKA Kediri Mail me   HOME  
       Akademik
       Program Studi
       BAAK
       Materi Perkuliahan
       B E M
       Beasiswa
       Galeri Foto
       Penerimaan Mahasiswa Baru
       Kontak Kami
Laboratorium Komputer
Lapangan Basket

Khutbah Tauladan Nabi Ibrohim AS (2009-12-07 09:28:19)

Beberapa hari yang lalu, kita merayakan Idul Adha. Saat itu pula kita selalu diingatkan akan kisah Nabi Ibrohim AS yg diperintah oleh Alloh untuk mengurbankan Ismail putra kesayangannya.

Khutbah Tauladan Ibrohim 19 Desember 2008 Banaran
Ma’asirol muslimiin….
Pada kesempatan yg sangat mulia ini kami mengajak para jama’ah sekalian, marilah kita terus dan terus meningkatkan iman, taqwa dan amal ibadah kita kepada Alloh swt dalam kondisi apapun kita. Baik disaat kita dalam kelebihan ataupun kekurangan, kelonggaran atau kesempitan, kesibukan ataupun waktu senggang. Karena hanya dengan beriman, bertaqwa pada Alloh dan beramal sholih, hidup kita akan tenang dan tentram, damai dan sejahtera. Mengapa demikian? Karena hakekatnya Alloh lah yang menentukan segalanya. Alloh lah yang mengatur segalanya. Kita manusia hanya mampu berusaha saja. Dan kita sama sekali tidak kuasa menentukan bahkan nasib kita sendiri. Mau jadi kaya atau miskin? Mau hidup enak atau menderita? Tidak ada yang tahu. Itu semua rahasia Alloh swt. Yang terpenting bagi kita adalah kita harus berusaha sekuat tenaga agar hidup kita di dunia bahagia, diakhirat bahagia dan dijauhkan dari api neraka. Robbanaa…..

Ma’asirol musliminn ….
Beberapa hari yang lalu, kita merayakan Idul Adha. Saat itu pula kita selalu diingatkan akan kisah Nabi Ibrohim AS yg diperintah oleh Alloh untuk mengurbankan Ismail putra kesayangannya. Dan kisah ini insyaaalloh sudah sangat kita hafal. Yang justru menjadi pertanyaan kita adalah mengapa Alloh sampai–sampai mengambil kisah hidup Nabi Ibrohim dan Ismail beserta keluarganya untuk diabadikan sebagai salah satu rukun Islam yang ke 5 yaitu Ibadah Haji? Inilah yang harus kita renungkan bersama
Ma’asirol muslimiin….

Ternyata berdasar sejarah di dalam Al-Qur’an, kalau kita analisa bahwa Nabi Ibrohim beserta keluarganya memiliki keistimewaan-keistemawaan yang luar biasa dan patut untuk diteladani oleh umat-umat berikutnya termasuk kita semua.
Keistemewaan Yang pertama :Nabi Ibrohim dilahirkan dalam keluarga yang orangtuanya pembuat patung sekaligus menyembahnya.Tetapi walaupun demikian Ibrohim tetap taat, tetap patuh dan menghormati orangtuanya. Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa kita semua harus tetap taat dan menghormati orangtua kita dalam kondisi seperti apapun mereka sepanjang orangtua kita tidak mengajak kita kepada kemusyrikan dan kekafiran. Jangan sampai kita bicara kasar sama mereka dan menyakitkan hati mereka. Kita harus lemah lembut, sopan santun dan harus penuh perhatian dan kasih sayang pada orangtua kita dimanapun dan dalam kondisi apapun. Karena merekalah yang melahirkan kita, membesarkan kita, mendidik kita, memberi makan kita dan merawat dengan penuh kesabaran. Sebaliknya, apa yang sudah kita berikan pada orangtua kita tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang sudah mereka korbankan untuk kita. Inilah teladan yang diberikan oleh Ibrohim sebagai seorang anak yang taat dan patuh kepada orangtuanya walaupun orangtuanya sebagai penyembah patung berhala. Namun Ibrohim pun terus berusaha tanpa kenal lelah mengajak orangtuanya untuk menyembah Alloh serta memohonkan ampun terus menerus walaupun Alloh akhirnya mentaqtirkan ayah nabi Ibrohim mati dalam kondisi tidak beriman.

Ma’asirol muslimiin …..
Keistemewaan Yang kedua: Bagaimana Ibrohim memperoleh keimanan tentang adanya Alloh. Ibrohim disaat belum diangkat sebagai rosul tidak serta mereta mengikuti keyaqinan orang tuanya yang menyembah patung sebagaimana pada umumnya orang mengikuti agama orangtua dan nenek moyangnya. Ibrohim tidak bisa menerima patung sebagai Tuhan yang Harus disembah .Karena dia berfikir bahwa patung tidak bisa berbuat apa-apa.Tidak bisa mendengar apa-apa.Dan tidak bisa memberikan manfaat apapun bagi anusia. Patung hanyalah bikinan manusia yg justru manusialah yang lebih mulya derajatnya. Akhirnya Ibrohim dengan menggunakan akalnya menduga-duga bahwa Tuhan mungkin adalah bintang-bintang yg bertaburan dilangit dimalam hari. Tuhan mungkin bulan yg bersinar dimalam hari.Tapi ketika siangnya bintang dan bulan tidak kelihatan, ia tidak yaqin kalau bintang atau bulan adalah Tuhan yg disembah. Kemudian ia menduga bahwa Tuhan adalah matahari yg mampu menyinari seluruh jagad raya.Tapi mataharipun ternyata hilang ditelan malam. Akhirnya Ibrohim berkesimpulan bahwa Tuhan adalah Alloh yang Maha Kuasa yg menciptakan seluruh isi bumi dan langit lah yg patut disembah.Inilah proses keimanan yang sangat mentakjubkan dan luar biasa.

Ma’asirol muslimiin….
Apa yg bisa diambil pelajaran dari proses keimanan Ibrohim ini?Yg bisa diambil adalah bahwa Iman yang diperoleh melalui proses merenung tentang ciptaan-ciptaan Alloh(tafakkaruu fi kholqillah) yg ada disekitar kita seperti merenung ttg adanya langit, matahari, bintang, bulan, gunung lautan, berbagai tanaman, segala macam hewan mulai yg terkecil sampai yg terbesar dls. akan benar-benar mampu menghasilkan keimanan yang luar biasa kuat menghujam, merasuk kedalam hati sanubari yang paling dalam dan susah digoyahkan. Sebaliknya, keimanan yg diperoleh dari hasil turun tumurun yang tidak diikuti dengan belajar agama, akan bisa menjadi rawan, tipis, mudah goyah kalau tidak pernah dijaga, dan dirawat dengan baik dengan cara mempelajari ilmu agama baik lewat Al-qur’an maupun Al Hadist serta melaksanakannya dengan istioqomah.

Ma’asirol muslimiin….
Keistimewaan yang ketiga: adalah bahwa Nabi Ibrohim sosok manusia pemberani yg luar biasa untuk mempertahankan keimanannya dihadapan sang raja Namrudz yang bengis dan kejam.Sekalipun dia sampai dibakar hidup-hidup oleh sang raja tetapi Ia tetap tidak mundur selangkahpun untuk mempertahankan keimanannya. Keimanannya tidak bisa ditukar dengan apapun baik itu uang, harta , tahta, wanita atau kedudukan apapun. Subhanalloh !!!Oleh karena itu Kita jangan sampai menggadaikan iman kita dengan apapun karena keimanan itu merupakan harta karun yang paling berharga yg bisa menyelamatkan kita diakhirat nanti.Oleh sebab itu harus kita jaga sampai mati.
Disamping itu Nabi Ibrohim memiliki istri yang bernama Siti Hajar yang luar biasa tahan uji terhadap segala kekurangan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal.Di Makkah waktu itu sangat panas, tidak ada makanan dan air sama sekali. Tapi Siti Hajar tetap berusaha tidak kenal lelah berlarian kesana-kemari dari bukit Sofa ke bukit Marwah untuk mendapatkan air bagi anaknya Ismai. Daya tahan dan kesabaran Siti Hajar dalam merawat anaknya Ismail inilah yang harus dicontoh oleh ibu-ibu sekarang ini.Karena dengan kesabaran seorang ibu akan menjadikan anak terangkat derajatnya oleh Alloh swt
Keistimewaan yang keempat dari Nabi Ibrohim adalah putranya Isma’il. Seorang anak yang patuh dan memiliki tingkat kepercayaan sangat tinggi pada ayahnya. Saat Nabi Ibrohim diberitahu oleh Alloh lewat mimpi untuk menyembelihnya, Ismail langsung menjawab “baiklah untuk ayah laksanakan apa yang menjadi perintah Alloh swt, kalau ayah ingin tahu kesabaran kami dalam melaksanakan perintah Alloh”. Dari peristiwa ini ada pelajaran yang sangat berharga sebagai suri tauladan dalam hidup kita. Yaitu adanya tingkat saling kepercayaan yang sangat tinggi antara seorang anak terhadap orangtua. Walaupun perintah menyembelih Ismail hanya lewat mimpi tapi Ismail meyakininya sebagai kebenaran yang harus ditaati (samikna wa atokna). Karena Nabi Ibrohim tidak pernah berbohong kepada Ismail. Oleh sebab itu kita orangtua jangan pernah mengajari berbohong pada anak kita. Kita harus mengajari anak kita kejujuran. Sekarang ini kejujuran menjadi barang langka dimasyarakat kita. Kita harus lebih banyak memberikan contoh yang baik dan mengajak langsung anak kita beribadah dan beramal daripada sekedar memerintah dan menyuruh-nyuruh apalagi disertai dengan marah-marah dan bentak-bentak.Kita jangan hanya menyuruh anak kita sholat. Tapi ajaklah mereka sholat bersama. Kita jangan hanya menyuruh anak kita membaca Al-Qur’an. Tapi ajaklah anak kita membaca Al-Qur-aan. Kita jangan hanya menyuruh anak kita berdo’a. Tapi ajaklah anak kita berdo’a bersama. Mengajak dan memberi contoh langsung jauh lebih efektif daripada menyuruh-nyuruh.

Ma’asirol muslimiin…
Nabi Ibrohim akhirnya kembali ke Makkah dari Palestina, membangun kembali Ka’bah bersama Ismail dan membersihkannya dari patung-patung berhala. Dan kisah hidup Nabi Ibrohim dan Ismail akhirnya diabadikan oleh Alloh sebagai Rukun Islam yang ke 5 yaitu Ibadah Haji ke Makkah. Dan disetiap sholat Nabi Ibrohim selalu disebut- sebut oleh umat Islam diseluruh dunia beriringan dengan nabi Muhammad saw, yaitu “kama shollaita ala sayidina Ibrohim, kama baarokta ‘ala sayidina Ibrohim”.

Ma’asirol muslimiin….
Sebagai penutup, marilah kita renungkan Firman Alloh dalam Surah Al-Kautsar…..(Inna a’toina kal kauthar dst…) Yg artinya :1).Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’kmat yang banyak 2).Fasholli lirobbika wanhar (maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan bequrbanlah, 3). Innasyaaniakan huwal abtar( Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Alloh).Dari Firman Alloh diatas, kita diperintahkan untuk menegakkan sholat khususnya 5 waktu dengan ihklas hanya karena Alloh saja. Dan bukan karena yg lainnya.. Bukan sekedar sholat-sholatan untuk memenuhi kewajiban saja.Tetapi benar-benar sholat sebagai wujud rasa syukur atas Ni’kmat Alloh yg sudah kita terima dan kita rasakan sampai saat ini. Disamping itu bagi kita yang sudah mampu sangat dianjurkan untuk menyembelih hewan Qurban serta Ibadah haji ke Makkah sebagai wujud ketaqwaan kita terhadap Alloh swt. Semoga Alloh swt senantiasa memberikan pertunjukNya kepada kita semua sehingga kita akan selamat di dunia dan akhirat serta dijauhkan dari api neraka. Robbanaa aatina …

Waqurrobbighfir warkham ……
Drs. Musta'in,M.Pd adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Islam Kadiri-Kediri juga sebagai ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri

*(admin)-2009-12-07 09:28:19

BERITA LAIN
1.Khutbah Menyambut Awal Tahun Baru 2009
2.Khutbah Jum’at 25 Mei 2007 :Terjebak Rutinitas
3.Khutbah Jum’at Penyakit Hati, Bangsal 10 April 2009
4.Bahaya dan manfaat Teknologi
5.Visitor Location
6.RSBI Yang ‘Dicaci dan Diminati’
7.Ampel Gading Field Breeding nan Kemilau
8.Bencana di Mana-mana
9.OS MERDEKA – Menuju Indonesia yang Lebih Cerdas dan Mandiri
PMK 113
Polisi 110
Ambulan 118
SAR 8666611

 Username
 Password



Khutbah Menyambut Awal Tahun Baru 2009(2009-12-11 15:11:40)
Khutbah Jum’at 25 Mei 2007 :Terjebak Rutinitas(2009-12-09 14:41:20)
Khutbah Jum’at Penyakit Hati, Bangsal 10 April 2009(2009-12-09 14:33:21)
Bahaya dan manfaat Teknologi(2009-12-09 12:42:31)
Khutbah Tauladan Nabi Ibrohim AS(2009-12-07 09:28:19)


©2006 - UNISKA KEDIRI, Allright Reserved. Jl. Sersan Suharmaji No. 38 Telp. (0354) 683243 - 684651, Fax (0354)699057, KEDIRI. INDONESIA