 |
| Laboratorium Komputer |
|
 |
| Lapangan Basket |
|
|
|
Khutbah Jum’at Penyakit Hati, Bangsal 10 April 2009 (2009-12-09 14:33:21) | Ma’asirol muslimiin…..
Melalui mimbar jum’at yang sangat mulia ini, kami mengajak kepada para jamaah sekalian untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita dengan cara memberantas segala penyakit hati/penyakit ruhani yang menyebabkan kita manusia bisa menjadi rendah dan hina dimata Alloh swt. |
Khutbah Jum’at Penyakit Hati, Bangsal 10 April 2009
Ma’asirol muslimiin…..
Melalui mimbar jum’at yang sangat mulia ini, kami mengajak kepada para jamaah sekalian untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita dengan cara memberantas segala penyakit hati/penyakit ruhani yang menyebabkan kita manusia bisa menjadi rendah dan hina dimata Alloh swt.
Ma’asirol muslimiin….
Selama ini kita senantiasa memperhatikan dan merawat kesehatan jasmani dengan cara makan , minum, olahraga dan tidur yang cukup agar tidak sakit sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas. Kita benar-benar penuh perhatian terhadap jasmani kita.Terbukti bila salah satu dari anggota tubuh kita sakit sedikit saja seperti panas, pilek, sakit kepala atau terluka sedikit saja, kita sudah bergegas cepat-cepat mencarikan obat agar lekas sembuh. Pertanyaanya sekarang adalah bagaimana dengan penyakit hati yang tidak nampak tetapi sangat berpengaruh terhadap perilaku kita seharai-hari? Apakah kita juga bergegas dan cepat-cepat mencarikan obat agar segera sembuh sebagaimana kalau kita terserang penyakit jasmani?Faktanya, kita ternyata lebih perhatian terhadap penyakit jasmani daripada penyakit hati/ruhani yang efeknya jauh lebih berbahaya bagi kehidupan di dunia bahkan diakhirat kelak.
Ma’asirol muslimiin…
Nabi kita Muhammad saw bersabda dalam sebuah haditsnya:”Innahuu sayushiibu ummatii daa- al umam: waqoolu: wamaa daa-ul umam? Qoola: al-asyiruu wal bathoru wattakaa thuru wattanaa fusu fiddunnya wattabaaghudhu wattakhaasadu khattaa yakuunal baghyu thumma yakuunalharoju” Yang artinya: Sesungguhnya umatku akan ditimpa oleh penyakit umat. Para sahabat bertanya: Apakah penyakit umat itu?Nabi menjawab: 1)Kufur nikmat 2)Sombong 3)Serakah 4)Bersaing 5) Berbenci bencian dan 6)Berdengki dengkian.
Ma’asirol muslimiin….
Kalau kita cermati bahwa apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw tentang penyakit umat ini benar-benar terjadi saat ini.1)Kufur nikmat.Kita semenjak berada dalam perut ibu kita, sudah diberikan nikmat oleh Alloh berupa anggota tubuh yang lengkap mulai kepala, mata, hidung, telinga, mulut, tangan, perut, kaki, jantung, paru-paru dsb. Ini semua nikmat Alloh yang sangat mahal harganya. Begitu lahir Alloh memberikan udara sehingga kita bisa bernafas, memberikan air sehingga kita bisa minum, memberikan matahari sehingga bisa menghangatkan tubuh kita, berbagai makanan dan buah-buahan, hewan ternak dan ikan-ikan dilautan yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan Alloh menyatakan dalam Al-Qur’aan: “Wainta’udduu nikmatalloohi laa tuhshuuha …” dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Alloh, niscaya kamu tak akan dapat menentukan jumlahnya (An Nahl: 18).Lalu apa yang sudah kita lakukan dengan nikmat-nikmat Alloh yang tak terhitung jumlahnya itu?Apakah kita gunakan untuk berbibadah sebagai wujud rasa syukur? Atau sebaliknya kita malas-malasan tidak memperdulikan perintah Alloh?Bahkan lebih celaka lagi, kita sering melupakan nikmat Alloh dengan mengatakan bahwa apa yang sekarang kita nikmati ini adalah hasil usaha diri kita sendiri dan bukan dari siapa-siapa?Na’udhubillah mindzalik. Ini sungguh keterlaluan saudaraku sekalian. Kalau sudah begini kita benar-benar menjadi orang yang kufur nikmat Alloh dan tunggu balasan Alloh amat sangat pedih. La insyakartum….
2)Sombong: Sombong merupakan penyakit hati dimana seseorang merasa dirinya lebih dari yang lain. Merasa lebih kaya, lebih pandai, lebih berkuasa, lebih kuat, lebih alim, lebih segala-galanya daripada yang lain.Kalau seseorang sudah terkena penyakit sombong maka akibatnya akan merendahkan dan meremehkan orang lain karena dirinya merasa lebih segalanya.Dan akibatnya akan menimbulkan benih-benih permusuhan dan perpecahan karena orang-orang yang diremehkan dan direndahkan itu tidak terima disebabkan perlakuan sombong tsb.Kalau sudah begini maka kedamaian dan ketentraman akan semakin menjauh dari kita. Alloh mengingatkan dalam FirmanNya: “Walaa tusho’ir khoddaka linnaasi walaa tamsya fil ardhi marokha, innallooha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuuri”(Luqman :18) yang artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Yang 3)Serakah: Serakah adalah penyakit hati dimana seseorang ingin menguasai atau mendapatkan bagian lebih banyak dari orang lain. Sebutan lainnya adalah tamak. Penyakit serakah ini biasanya menyangkut harta bendan dan kekuasaan. Orang yang serakah akan berusaha mengumpulkan harta benda sebanyak-banyaknya tidak peduli apakah dengan cara yang baik atau curang, halal atau haram, merampas hak orang lain bahkan tega dengan saudaranya sendiri, tak pedulikan kepentingan umum, yang penting dirinya mendapatkan harta sebanyak-banyaknya.Demikian juga orang yang serakah dengan kekuasaan akan melakukan tindakan-tindakan sewenang-wenang, kejam, dholim dan tidak memperdulikan rasa kemanusiaan.Dalam sejarah Alloh mencontohkan Raja Namrud dan raja Fir’aun. Dan akhirnya keduanya dihancurkan oleh Alloh lewat Nabi Ibrohim dan Nabi Musa a.s.Keserakahan pasti akan mendapatkan balasan dari Alloh swt. Yang ke 4) Bersaing: Bersaing merupakan penyakit hati dimana seseorang ingin memenangkan sebuah pertandingan/kompetisi dengan cara-cara yang kotor, tidak fair dan cenderung menjatuhkan lawan dengan berbagai macam cara. Persaingan merupakan suatu fenomena/kejadian yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan manusia di dunia ini yang diakibatkan tidak seimbangnya antara peluang dan yang membutuhkan.Sebagai contoh pedagang sayur bersaing dengan pedagang sayur, toko dengan toko, penjual makanan dengan penjual makanan,tukang becak dengan tukang becak, tukang bangunan dengan tukang bangunan, caleg dengan caleg, cawali dengan cawali, capres dengan capres dsb. Akibat cara-cara kotor ini akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat yang berakibat timbulnnya permusuhan, munculnya perdukunan, santet, gendam dsb yang itu semua sangat dilarang oleh Alloh swt. Alloh melarang persaingan dengan cara-cara kotor. Tetapi Alloh sangat menganjurkan Fastabiqul khoirot yaitu berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan sebagaimana dalam Firmannya: “Walikullin wijhatun huwa muwalliihaa fastabiqul khoiroot (Al-Baqoroh:148) yang artinya: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri-sendiri yang ia menghadap kepadaNya. Maka berlomba-lombalah kamu(dalam membuat) kebaikan. Marilah kita berlomba-lomba dalam beribadah, beramal jariyah, berinfaq, bershodaqoh, menyantuni fakir miskin, anak yatim, membaca dan mempelajari Al-qur’aan, membangun dan memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan. Perlombaan seperti inilah yang dianjurkan oleh Alloh yaitu fastabiqul khoiroot. Yang ke 5)Benci-membenci.Benci-benci merupakan suatu penyakit hati dimana masing-masing dari kita memiliki perasaan saling tidak suka. Perasan benci ini bisa disebabkan oleh kesombongan, keserakahan dan persaingan. Penyakit benci-membenci bisa terjadi pada siapa saja.Antara saudara dalam satu keluarga, tetangga dengan tetangga, antar teman sejawat, antar karyawan,antar pimpinan dsb.Benci-membenci bisa disebabkan karena ucapan/omongan yang tidak enak, tingkah laku yang tidak simpatik dsb. Kalau penyakit benci-membenci ini sudah merasuk kedalam tubuh seseorang maka yang akan terjadi adalah saling mengancam,saling memfitnah dan akhirnya terjadilah permusuhan. Dan permusuhan akan menimbulkan hilangnya kasih sayang. Kalau kasih sayang diantara kita sudah hilang maka Alloh akan mencabut RahmatNya.Dan kita akan dibiarkan hidup dalam kesengsaraan.Yang ke 6) Hasad. Hasad adalah sikap/sifat dengki dan iri hati terhadap nikmat yang diperoleh orang lain. Sehingga ia mengharapkan nikmat itu jatuh kepada dirinya tetapi ia tidak bisa mendapatkannya. Maka timbullah sikap negatip yang disebut hasat/dengki. Sikap dengki itu sebagaimana digambarkan oleh Alloh dalam Al-Qur’aan:”In tamsaskum hasanatun tasuk hum wa in tushib kum saiyiatun yafrokhuuha”.yang artinya jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.(Al-Imron:120) . Dari firman Alloh ini kita bisa menilai diri kita sendiri apakah kita terkena penyakit hasat/dengki apa tidak? Hal ini dapat dilihat jika kita sakit hati disaat melihat orang lain(saudara, tetangga, teman) mendapatkan kebaikan dari Alloh maka ini pertanda bahwa kita sedang terkena penyakit dengki/hasad.Demikian juga disaat orang lain mendapatkan bencana/musibah, hati kita bergembira karenanya, maka ini pertanda kita sedang terkena penyakit dengki.
Ma’asirol muslimiin….
Kalau penyakit hasat ini kita turuti maka yang rugi adalah kita sendiri karena pikiran dan hati kita terus menerus memikirkan nikmat orang lain sedangkan kita sendiri akan kehabisan waktu terbuang percuma bahkan dapat menjadikan diri kita sendiri hancur akibat hati kita yang terus menerus sakit. Alangkah baiknya waktu dan pikiran kita gunakan untuk memohon kepada Alloh agar kita diberikan nikmat seperti Alloh memberikan nikmat pada orang lain tersebut.
Ma’asirol muslimiin….
Semoga kita terhindar dari penyakit hati yaitu Kufur, Sombong, Serakah, Bersaing, Benci membenci dan Hasat /dengki karena kalau kita terkena salah satu saja dari penyakit tersebut diatas maka hidup kita akan sengsara baik di dunia dan diakhirat.
Laahaula walaa…….
Waqurrobbighfir warham wa anta khoirurrohimiin.
Drs. Musta'in,M.Pd adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Islam Kadiri-Kediri juga sebagai ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri
 *(admin)-2009-12-09 14:33:21 |
BERITA LAIN
|
|
|
|
|
|
|
|
PMK |
113 |
 |
Polisi |
110 |
 |
Ambulan |
118 |
 |
SAR |
8666611 |
|
 |
|