Selamat datang di sistem Online UNISKA Kediri Mail me   HOME  
       Akademik
       Program Studi
       BAAK
       Materi Perkuliahan
       B E M
       Beasiswa
       Galeri Foto
       Penerimaan Mahasiswa Baru
       Kontak Kami
Laboratorium Komputer
Lapangan Basket

Khutbah Menyambut Awal Tahun Baru 2009 (2009-12-11 15:11:40)

Beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun baru Hijriyah dan Masehi 2009. Apa sebenarnya hakekat dari perubahan tahun bagi kita semua? Ini artinya usia kita bertambah 1 tahun.Tapi hakekatnya jatah hidup kita berkurang 1 tahun.


Khutbah Menyambut Awal Tahun Baru 2009
Ma’asirol muslimiin…..
Beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun baru Hijriyah dan Masehi 2009. Apa sebenarnya hakekat dari perubahan tahun bagi kita semua? Ini artinya usia kita bertambah 1 tahun.Tapi hakekatnya jatah hidup kita berkurang 1 tahun.Oleh karena itu marilah sisa umur yg diberikan oleh Alloh ini setiap detiknya, setiap hembusan nafasnya kita gunakan hanya untuk sesuatu yang baik-baik saja yaitu beribadah dan beramal sholeh sekuat-kuatnya dan sebanyak-banyaknya. Kata Rosululloh saw: ,“sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya bertambah pula amal kebaikannya. Sebaliknya, sejelek-jelek orang adalah orang yg semakin tambah umurnya semakin tambah jelek amalnya.” Demikian juga menurut akal sehat, bahwa ”apabila hari ini sama saja amal ibadah kita dengan kemarin, kita termasuk orang yang rugi karena tidak ada peningkatan.Misalnya: kemarin kita hanya sholat fardhu, sedangkan hari ini juga begitu, tidak menambah dg sholat sunnah/kemarin sholat kita tidak berjama’ah, hari ini juga tidak/Jum’at kemarin kita tidak berinfaq atau bersedekah, jum’at ini sama saja tidak juga bersedekah atau berinfaq/…maka kita termasuk orang yg rugi karena tidak ada peningkatan sama sekali…kondisinya sama saja dengan kemarin).Ibarat orang berdagang kita hanya kembali modal, tidak mendapatkan keuntungan malah kita rugi waktu dan tenaga. Sedangkan orang yang bangkrut adalah orang yang hari ini jauh lebih jelek amalnya daripada hari kemarin. Contoh: Kalau jum’at kemarin kita berinfaq, tapi jum’at ini tidak?(kita termasuk bangkrut).Kalau kemarin sholat fardhu kita 5 waktu khusuk, tepat waktu, dan berjama’ah…Tapi hari ini tergesa-gesa, terlambat waktunya…subuh kesiangan, dhuhur kesorean, asarnya hampir Magrib dan Maghribnya hampir Isyak serta Isyaknya sering ketiduran ..ini termasuk kebangkrutan) dan masih banyak contoh yang lain.Yang terbaik adalah amal dan ibadah kita hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dan amal ibadah kita hari esok harus jauh lebih baik daripada hari ini. Inilah yang disebut orang yang beruntung.

Ma’asirol muslimiin …..
Bagaimana caranya agar kita bisa lebih baik dari hari-hari kemarin.Kuncinya adalah hargailah waktu walaupun hanya sedetik untuk berbuat kebaikan, untuk berfikir positip, untuk berpikir kreativ, untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan keluarga kita baik didunia maupun diakhirat.Jangan gunakan waktu hanya untuk bersantai saja, bersenda gurau saja, ngobrol kesana kemari, termenung saja tidak jelas yang direnungkan. Hanya berandai-andai tanpa berbuat sesuatu. Waktu kita akan habis percuma.Waktu akan pergi dan tidak akan pernah kembali.Waktu itu ibarat pedang kata Nabi. Kalau kita tidak bisa menggunakan pedang itu, maka pedang itulah yang akan memenggal leher kita. Dan ini berarti kerugian besar menuju kebangkrutan akibat kita tidak bisa menghargai waktu. Ingat Firman Alloh dalam surah Al-Asr:1)-Wal ‘asri (demi waktu) 2) Innal insaana lafi khusrin (sesungguhnya orang-orang berada dalam kerugian), 3)Illall ladziina aamanu (kecuali orang-oarng yg beriman), wa’amilussholihaati (dan beramal sholeh), watawaa shoubil haq (saling berpesan/menasehati tentang kebenaran), watawaa shoubishobr (dan saling berpesan/menasehati untuk metapi kesabaran).

Ma’asirol muslimiin …..
Kita tahu Orang Jepang sangat maju karena mereka sangat menghargai waktu.Mereka sangat disiplin menggunakan waktu. Padahal th l945 negrinya hancur dibom atom. Tapi mereka segera bangkit.Dan bukan hanya meratapi nasibnya yg malang akibat bom.Demikian juga orang-orang Korea serta negara tetangga kita lainnya. Mereka benar-benar menghargai waktu dan berpacu dengan waktu. Bagaimana dengan kita dan keluarga kita?Sudahkah kita mampu menggunakan waktu seperti orang-orang Jepang dan Korea yang nota bene mayoritas bukan pemeluk agama Islam?

Ma’asirol muslimiin …..
Kalau kita perhatikan dari rumah ke rumah dilingkungan kita, kita akan tahu bahwa sebagian besar waktu mulai pagi, siang, sore dan malam, dihabiskan didepan layar tv berjam-jam, dari stasiun ke stasiun dan dari acara satu ke acara yang lainnya.Sampai-sampai terhipnotis, sampai- sampai begitu terikat dengan sebuah sinetron. Sehingga kalau tidak nonton merasa kehilangan?Begitu kuatnya daya pikat televisi sehingga bisa menyita waktu berjam-jam betah duduk didepan layar.Berapa banyak waktu kita terbuang yang tidak produktiv setiap hari, setiap minggunya, setiap bulannya, selama sekian tahun sampai di akhir tahun 2008 ini? Mari kita renungkan dan evaluasi bersama. Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk amal kebaikan dan berapa banyak waktu yang kita buang percuma tanpa ada sedikitpun hasil, baik untuk dunia maupun untuk akhirat.

Ma’asirol musliinn ….
Nonton tv memang tidak dilarang.Itu hak asasi setiap orang. Orang hidup memang perlu hiburan. Tapi kita dan keluarga kita harus bisa membatasi dan mampu memilih dan memilah mana acara-acara yang bisa membawa manfaat langsung bagi kita untuk kemajuan hidup baik di dunia maupun akhirat.Ini berarti diperlukan kepiawaian kita dalam manajemen waktu. Waktu itu terserah kita. Mau dipakai tidur seharian, mau dipakai ngobrol seharian, mau dipakai bepergian, nonton tv seharian. Semua terserah kita.Tapi ingat barang siapa yang dapat menghargai waktu walau sedetik, maka orang tersebut akan memperoleh keberuntungan yang besar.Sebaliknya barang siapa menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna, maka orang tersebut harus bersiap-siap untuk menerima kerugian dan kebangkrutan yang besar.

Ma’asirol muslimiin….
Diawal tahun baru masehi ataupun tahun hijiriyah ini, marilah kita bertekat untuk berhijrah (berpindah) dari kebiasaan menyia-nyiakan waktu menjadi menghargai waktu. Dari Sholat 5 waktu sering terlambat menjadi tepat waktu. Dari tidak berjama’ah menjadi berjama’ah, dari pemalas menjadi rajin, dari pembohong menjadi jujur, dari pendengki penjadi penyayang, dari pemarah menjadi penyabar, dari bakhil/pelit menjadi dermawan, dari suka menggunjing menjadi suka memuji dsb…dsb Kalau semua ini bisa kita lakukan , maka kita semua termasuk orang yang sangat beruntung.

Ma’asirol muslimiin….
Diamping menghargai waktu, Nabi kita Muhammad saw mengatakan dalam hadistnya :Ada 4 hal yang bisa membuat kita menjadi orang yang beruntung: 1) selalu mengingat dosa yang pernah dilakukan.Dengan begitu kita akan merasa seolah-olah dosa kita sudah banyak dan kemudian segera mohon ampun dan bertaubat untuk tidak mengulangi dosa lagi, 2) selalu melupakan amal baik yang sudah dilakukannya. Dengan begitu akan merasa seolah-olah belum pernah beramal baik sehingga mendorong untuk segera berbuat amal kebajikan baik kepada Alloh maupun kepada sesamanya, 3) untuk masalah dunia selalu melihat pada orang yang lebih bawahnya .Dengan begitu kita akan terus mampu bersyukur karena masih banyak saudara kita yang dunianya dibawah kita, 4) untuk masalah akhirat, selalu melihat yang lebih atasnya. Dengan begitu amal akhiratnya terasa masih jauh, dan kemudian bersegera mengejar ketinggalannya.

Dan sebaliknya ada 4 tanda-tanda orang yang celaka yaitu ; 1) selalu melupakan dosa-dosa yang telah lalu. Akibatnya merasa seolah-olah belum pernah berbuat dosa dan berani mencoba-coba sedikit-sedikit melanggar perintah dan larangan Alloh sehingga tidak terasa dosanya sudah menumpuk banyak, 2) selalu mengingat amal kebaikan yang sudah dilakukannya. Akibatnya seolah-olah merasa sudah melakukan amal kebaikan yang banyak, sehingga terhalangi dan tertutuplah niatan untuk berbuat baik lagi. Padahal perbuatan baik yang selalu diingatnya itu sesungguhnya amat sangat sedikit sekali, 3) dalam hal dunia selalu melihat kepada orang yang lebih atas. Akibatnya tidak pernah dapat mensyukuri nikmat Alloh. Dan selalu merasa kurang terus. Seolah-olah Alloh belum pernah memberikan rezki padanya. Padahal semenjak lahir, sudah amat banyak sekali nikmat yang kita terima dari Alloh baik yang nempel pada tubuh kita (mata, hidung, lidah, telinga, kaki , tangan dsb) maupun yang kita terima setelah lahir yaitu dunia seisinya ini(udara, sinar matahari, air,sayuran, buah-buahan, bebagai ikan dsb, 4) dalam hal akhirat selalu melihat yang lebih rendah. Akibatnya sudah merasa banyak beramal kebajikan dibandingkan orang lain. Sehingga terhentilah niatan untuk berbuat amal kebajikan yang lebih banyak. Karena merasa amalnya sudah cukup dibandingkan orang lain.

Ma’asirol muslimiin….
Sebagai penutup kami mengajak para jama’ah saudaraku yang dimuliakan Alloh. Marilah memasuki tahun baru Masehi 2009 maupun tahun baru Hijriyah , kita gunakan moment tahun baru ini untuk bertekad memperbaiki seluruh aspek kehiduapan kita baik yang berhubungan dengan Alloh swt maupun dengan sesama manusia. Marilah kita gunakan waktu walau hanya sedetik untuk suatu kebaikan serta kita tinggalkan segala bentuk keburukan seperti mabuk, berjudi, berzina, mencuri, korupsi, menggunjing, iri, dengki, kikir, malas beribadah, menunda-menunda waktu dsb agar kita semua tergolong orang yang beruntung sehingga selamat fiddunnya wal aakhiroh.
Waqurrobbighfir warham waanta khoirurrohimiiin.
Drs. Musta'in,M.Pd adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Islam Kadiri-Kediri juga sebagai ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri

*(admin)-2009-12-11 15:11:40

BERITA LAIN
1.Khutbah Jum’at 25 Mei 2007 :Terjebak Rutinitas
2.Khutbah Jum’at Penyakit Hati, Bangsal 10 April 2009
3.Bahaya dan manfaat Teknologi
4.Khutbah Tauladan Nabi Ibrohim AS
5.Visitor Location
6.RSBI Yang ‘Dicaci dan Diminati’
7.Ampel Gading Field Breeding nan Kemilau
8.Bencana di Mana-mana
9.OS MERDEKA – Menuju Indonesia yang Lebih Cerdas dan Mandiri
PMK 113
Polisi 110
Ambulan 118
SAR 8666611

 Username
 Password



Khutbah Menyambut Awal Tahun Baru 2009(2009-12-11 15:11:40)
Khutbah Jum’at 25 Mei 2007 :Terjebak Rutinitas(2009-12-09 14:41:20)
Khutbah Jum’at Penyakit Hati, Bangsal 10 April 2009(2009-12-09 14:33:21)
Bahaya dan manfaat Teknologi(2009-12-09 12:42:31)
Khutbah Tauladan Nabi Ibrohim AS(2009-12-07 09:28:19)


©2006 - UNISKA KEDIRI, Allright Reserved. Jl. Sersan Suharmaji No. 38 Telp. (0354) 683243 - 684651, Fax (0354)699057, KEDIRI. INDONESIA