KKNT UNISKA Kediri Kenalkan Bukit Tunggul Manik, Rest Area Strategis Penggerak Ekonomi Desa Kradinan

KKNT UNISKA Kediri Kenalkan Bukit Tunggul Manik, Rest Area Strategis Penggerak Ekonomi Desa Kradinan

Kradinan, Tulungagung – Di tengah hamparan panorama pegunungan lereng Gunung Wilis, Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, menyimpan sebuah destinasi yang terus berkembang sebagai ruang singgah sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Bukit Tunggul Manik hadir sebagai salah satu ikon desa yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam, kenyamanan fasilitas, dan potensi pemberdayaan ekonomi lokal.

Berada pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), Bukit Tunggul Manik menjadi rest area strategis bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintasi jalur penghubung Tulungagung–Ponorogo. Suasana udara yang sejuk, panorama perbukitan yang memanjakan mata, serta lingkungan yang nyaman menjadikan kawasan ini sebagai tempat ideal untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri Tahun 2026, mahasiswa turut mengambil peran dalam mengenalkan potensi unggulan Desa Kradinan tersebut kepada masyarakat luas. Kegiatan dokumentasi dan publikasi yang dilakukan menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi desa, khususnya dalam sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Tidak sekadar menjadi tempat persinggahan, Bukit Tunggul Manik telah berkembang menjadi ruang interaksi masyarakat dengan hadirnya berbagai fasilitas pendukung, seperti angkringan, pujasera, serta berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang menawarkan beragam kuliner khas.

Keberadaan pelaku UMKM di kawasan ini menjadi bukti bahwa pengembangan destinasi wisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Setiap kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman menikmati keindahan alam, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Kradinan.

Bagi mahasiswa KKNT UNISKA Kediri, kunjungan dan publikasi mengenai Bukit Tunggul Manik menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan serta promosi potensi lokal, mahasiswa berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan desa yang memiliki nilai wisata dan ekonomi.

Ketua Kelompok KKNT Desa Kradinan, Moh. Dwi Faesal, menyampaikan harapannya agar Bukit Tunggul Manik dapat semakin dikenal dan berkembang sebagai ikon wisata desa.

“Kami berharap Bukit Tunggul Manik tidak hanya menjadi tempat persinggahan bagi para pengendara, tetapi juga menjadi ikon Desa Kradinan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, kami berharap UMKM dan perekonomian masyarakat desa semakin berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kradinan, Ibu Siti Yuliana, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKNT UNISKA Kediri dalam memperkenalkan potensi desa melalui kegiatan publikasi.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKNT UNISKA Kediri dalam membantu memperkenalkan potensi Desa Kradinan. Semoga Bukit Tunggul Manik semakin dikenal sebagai rest area yang nyaman, aman, dan menjadi tujuan singgah favorit bagi para pengguna jalan, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Pengembangan Bukit Tunggul Manik menjadi gambaran bahwa potensi lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung oleh sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Baca Juga : Dari Komoditas Menjadi Produk Bernilai, KKN-T UNISKA Kediri Dorong Hilirisasi Pangan di Desa Kradinan

Melalui semangat pengabdian dan kolaborasi, UNISKA Kediri terus mendorong mahasiswa untuk hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Bukit Tunggul Manik bukan hanya menjadi tempat beristirahat bagi para pelintas, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan potensi desa yang membawa manfaat bagi masyarakat Desa Kradinan.

Bagikan dengan :