Mahasiswa KKN UNISKA Dorong Pemanfaatan Limbah Berkelanjutan melalui Pembuatan Briket, Alat Pres Sampah, dan Pupuk Organik Cair di Desa Samar

Mahasiswa KKN UNISKA Dorong Pemanfaatan Limbah Berkelanjutan melalui Pembuatan Briket, Alat Pres Sampah, dan Pupuk Organik Cair di Desa Samar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggelar kegiatan Belajar Bersama Pemanfaatan Limbah melalui sosialisasi pembuatan briket, pengenalan alat pres sampah, serta pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di TPS Desa Samar/Gubuk Kerja KTH, Jl. Mulyosari-Pagerwojo, Garon, Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan bertema “Pemanfaatan Limbah dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan” tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Samar, kepala dusun, BPD, anggota Bumdes, pengelola TPS, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Komando Rayon Militer dan Kepolisian Sektor Desa Samar.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai produk yang bernilai ekonomi.

Koordinator Pelaksana, Muhammad Aflah Rijal, mahasiswa Program Studi Agroteknologi UNISKA, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara tepat dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama. Alip Septian, mahasiswa KKN UNISKA, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan briket sebagai alternatif pemanfaatan limbah. Selanjutnya, Firna Nahwa Firdausi memberikan pengenalan mengenai alat pres sampah, sedangkan Muhammad Aflah Rijal menyampaikan materi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Melalui penyampaian materi tersebut, masyarakat memperoleh wawasan mengenai berbagai cara pengolahan limbah agar dapat dimanfaatkan kembali, baik sebagai bahan bakar alternatif maupun sebagai produk pendukung kegiatan pertanian.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme terlihat dari keaktifan masyarakat dalam mengikuti diskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pengembangan produk hasil pengolahan limbah.

Salah satu peserta, Bambang Prayitno dari Dinas Kehutanan, memberikan masukan agar inovasi briket dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dilengkapi panduan pembuatan seperti brosur atau pamflet. Ia juga menyarankan adanya pembuatan demplot untuk melihat efektivitas penggunaan Pupuk Organik Cair yang telah dibuat.

Sementara itu, Rachmat K. selaku Bhabinkamtibmas mendorong mahasiswa untuk mengembangkan identitas produk melalui pemberian merek pada briket yang dihasilkan. Menurutnya, penguatan merek dapat menjadi langkah penting agar produk memiliki ciri khas dan nilai jual tersendiri.

Kepala Dusun Garon, Pujiyanto, juga berharap pemanfaatan limbah dapat terus dikembangkan di Desa Samar. Ia menilai limbah yang tersedia, seperti kotoran sapi, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Mewakili tim KKN UNISKA, Mochamad Trio Wicaksono, mahasiswa Program Studi Agroteknologi sekaligus Ketua KKN dan CO Pres Sampah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan pemanfaatan limbah tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Baca Juga : Mahasiswa KKNT UNISKA Kediri Edukasi dan Bagikan Pupuk Cair Semi Organik kepada Kelompok Tani Desa Kradinan

Melalui kegiatan Belajar Bersama Pemanfaatan Limbah, mahasiswa KKN UNISKA berharap masyarakat Desa Samar semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah dan mampu mengembangkan inovasi berbasis lingkungan. Dengan pemanfaatan limbah yang tepat, Desa Samar diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Bagikan dengan :