Kelompok KKNT-R Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Desa Beru Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pendampingan budidaya aquaponik kangkung dan lele sekaligus memberikan edukasi mengenai pengolahan serta pemasaran hasil budidaya. Kegiatan bertema “Pemanfaatan Teknologi Budidaya Aquaponik Kangkung dan Lele untuk Ketahanan Pangan serta Peningkatan Nilai Ekonomi melalui Pemasaran Produk” tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Beru, Jumat (7/8/2026), pukul 08.30–10.30 WIB.

Kegiatan diikuti oleh anggota PKK Kelurahan Beru dengan menghadirkan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi UNISKA sebagai pemateri. Pendampingan dirancang tidak hanya untuk mengenalkan teknik budidaya aquaponik, tetapi juga memberikan wawasan mengenai bagaimana hasil budidaya dapat diolah dan dipasarkan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep aquaponik yang menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam satu sistem. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara pemeliharaan ikan dan tanaman, termasuk pemanfaatan air dari kolam lele yang mengandung unsur hara sebagai sumber nutrisi bagi tanaman kangkung.
Sistem aquaponik dinilai dapat menjadi salah satu alternatif budidaya yang cukup efektif bagi masyarakat karena mampu memanfaatkan lahan dan air secara lebih efisien. Dengan sistem tersebut, budidaya ikan dan tanaman dapat dilakukan secara bersamaan sehingga berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.
Tidak berhenti pada proses budidaya, peserta juga mendapatkan materi mengenai hilirisasi hasil produksi. Materi meliputi pengolahan hasil budidaya, pengemasan produk, penentuan target pasar, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan media promosi. Melalui pendekatan tersebut, hasil panen lele dan kangkung diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Koordinator pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan lele dan kangkung melalui sistem aquaponik. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk melihat peluang ekonomi dari hasil budidaya melalui proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya air, menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, serta mendukung peningkatan pendapatan masyarakat dan UMKM lokal,” ujarnya.
Pendampingan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi peserta, khususnya mengenai pengelolaan sistem aquaponik secara sederhana. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai bagaimana hasil budidaya dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki peluang untuk dipasarkan.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya membahas proses budidaya, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang usaha dari hasil panen.
“Senang bisa ikut kegiatan ini karena jadi tahu bukan cuma cara budidaya lele dan kangkung, tetapi juga cara mengolah dan memasarkannya. Jadi sekarang lebih paham bagaimana hasil budidaya bisa dijual dan punya nilai tambah. Semoga bisa dipraktikkan dan membantu usaha ke depannya,” ungkap salah satu peserta.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak setempat karena dinilai memberikan manfaat yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai budidaya aquaponik, peserta juga memperoleh gambaran mengenai peluang pengembangan usaha dari hasil budidaya.
“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami mendapat pengetahuan baru tentang budidaya lele dan kangkung sekaligus cara mengolah dan memasarkannya. Harapannya, ilmu yang sudah diberikan dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan dan membuka peluang usaha baru,” ungkap salah satu perwakilan setempat.
Bagi mahasiswa KKNT-R UNISKA Beru Tahun 2026, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pengabdian dan pendampingan masyarakat secara langsung. Mahasiswa tidak hanya membagikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan serta potensi yang dapat dikembangkan bersama masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT-R UNISKA Beru berharap budidaya aquaponik dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Penggabungan antara budidaya, pengolahan, dan pemasaran hasil diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kelurahan Beru.

