Dorong Hilirisasi Produk Lokal, Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri Latih Warga Batuaji Olah Nanas Bernilai Ekonomi

Dorong Hilirisasi Produk Lokal, Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri Latih Warga Batuaji Olah Nanas Bernilai Ekonomi

Kediri – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri di Desa Batuaji menggelar pelatihan inovasi olahan nanas sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal melalui hilirisasi hasil pertanian.

Mengusung tema “Hilirisasi Produk Lokal”, kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi mahasiswa KKN-T Uniska Kediri dengan Bank Indonesia (BI). Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta kelompok tani Desa Batuaji mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah hasil panen nanas menjadi berbagai produk bernilai tambah. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah inovasi olahan, mulai dari dodol nanas, sari nanas, selai nanas, hingga keripik nanas.

Ketua KKN-T Desa Batuaji dari Program Studi Manajemen, Yoga Mahendra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi unggulan desa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi hasil panen nanas lokal agar tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ungkap Yoga.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian menjadi produk turunan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat, terutama ketika produksi nanas melimpah dan harga jual buah segar mengalami penurunan. Melalui hilirisasi, hasil panen dapat memiliki masa simpan lebih panjang, dikemas lebih menarik, serta memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. T. Ir. Nunuk Helilusiatiningsih, M.P., dosen Fakultas Pertanian Uniska Kediri, sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai teknik pengolahan nanas, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sejumlah produk turunannya.

Pendekatan praktik tersebut mendapat respons positif dari peserta. Ketua PKK Desa Batuaji, Sri Mulyati, mengaku pelatihan memberikan wawasan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan hasil panen nanas, terutama saat memasuki musim panen raya.

“Pelatihannya sangat bermanfaat bagi kami. Dulu kami bingung ketika panen raya dan harga nanas turun. Sekarang kami jadi tahu cara mengolahnya menjadi selai dan sari nanas, dan ternyata resepnya juga mudah dipraktikkan di rumah,” tuturnya.

Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya menambah keterampilan masyarakat dalam mengolah nanas, tetapi juga membuka cara pandang baru terhadap potensi ekonomi hasil pertanian. Nanas yang sebelumnya lebih banyak dipasarkan dalam bentuk buah segar dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kepala Desa Batuaji, Makin Wahyudin, turut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Uniska Kediri bersama Bank Indonesia. Ia berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus dikembangkan hingga melahirkan peluang usaha baru di Desa Batuaji.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa KKN-T dan dukungan dari BI. Harapan saya, ilmu yang diberikan hari ini bisa melahirkan UMKM-UMKM baru di Desa Batuaji yang fokus pada olahan nanas sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme peserta selama kegiatan turut menjadi semangat bagi mahasiswa penyelenggara. Perwakilan KKN-T dari Program Studi Agroteknologi, Mochamad Ariya, berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Antusiasme ibu-ibu PKK dan kelompok tani hari ini sangat luar biasa. Kami berharap keterampilan hilirisasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dikembangkan hingga produk olahan nanas menjadi salah satu produk unggulan Desa Batuaji,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri tidak hanya mengenalkan teknik pengolahan hasil pertanian, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat peluang ekonomi dari potensi yang tersedia di lingkungan mereka sendiri.

Baca Juga : Kenalkan Robotika Sejak Dini, Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri Ajak Siswa SD 2 Tinalan Belajar ESP32

Kolaborasi antara Uniska Kediri, mahasiswa KKN-T, Bank Indonesia, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hilirisasi komoditas pertanian di Desa Batuaji. Dengan pengembangan inovasi olahan nanas secara berkelanjutan, potensi lokal desa diharapkan mampu tumbuh menjadi produk unggulan yang dapat memperluas peluang usaha, memperkuat UMKM, serta meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bagikan dengan :