Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri Sosialisasikan Pengendalian Hama Tikus dan Hilirisasi Pangan di Desa Plumbangan

Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri Sosialisasikan Pengendalian Hama Tikus dan Hilirisasi Pangan di Desa Plumbangan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar sosialisasi pengendalian hama tikus dan hilirisasi pangan di Balai Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, petani, serta anggota kelompok tani setempat sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Imam Habibi, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Agroteknologi Uniska Kediri, sebagai pemateri. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dua materi utama, yaitu pengendalian hama tikus pada tanaman padi dan hilirisasi pangan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai ancaman hama tikus terhadap tanaman padi serta berbagai alternatif pengendalian yang dapat dilakukan. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah pemanfaatan bahan nabati seperti buah bintaro sebagai alternatif dalam pengendalian tikus.

Selain itu, pemateri juga menjelaskan beberapa metode lain, seperti gropyokan, pemasangan Trap Barrier System (TBS), pengemposan, pemanfaatan predator alami seperti burung hantu, hingga penerapan pola tanam serentak dan jajar legowo. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu petani menerapkan pengendalian hama secara lebih terpadu dan sesuai dengan kondisi lahan.

Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan konsep hilirisasi pangan. Hilirisasi dilakukan dengan mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah, masa simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas.

“Hilirisasi bisa mengurangi ketergantungan pasar pada produk segar yang mudah rusak dan harganya sering naik turun,” jelas Imam.

Beberapa contoh produk yang dapat dikembangkan masyarakat antara lain cabai kering, abon cabai, pasta cabai, manisan cabai, tepung telur, hingga produk turunan beras seperti beras organik dan bekatul premium. Melalui pengolahan tersebut, hasil pertanian diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para petani dan anggota kelompok tani tampak antusias mengikuti kegiatan serta aktif bertanya mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif, baik mengenai pengendalian hama maupun pengembangan hasil pertanian.

Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Plumbangan. Pengetahuan mengenai pengendalian hama diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, sementara pemahaman mengenai hilirisasi pangan dapat membuka peluang usaha baru dari hasil pertanian lokal.

Baca Juga : Dorong Hilirisasi Produk Lokal, Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri Latih Warga Batuaji Olah Nanas Bernilai Ekonomi

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berupaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan mampu mendorong pertanian Desa Plumbangan menjadi lebih produktif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi yang semakin baik.

Bagikan dengan :