Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Uniska Kediri di Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri, terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan pangan yang selama ini belum optimal digunakan. Melalui program Hilirisasi Pangan (Sigap Pangan) yang merupakan kolaborasi dengan Bank Indonesia, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri mengenalkan inovasi pemanfaatan kulit kedelai atau yang dikenal masyarakat sebagai siwil menjadi tepung bernilai guna.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (13/8/2026) tersebut bertempat di Posko KKN-T Uniska Kediri, Lingkungan Kresek, Kelurahan Tempurejo. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK serta perwakilan ibu-ibu RT dan RW setempat.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi menggunakan media PowerPoint mengenai konsep hilirisasi pangan serta potensi pemanfaatan kulit kedelai atau siwil sebagai bahan tambahan dalam berbagai produk olahan pangan. Mahasiswa menjelaskan bahwa hilirisasi pangan merupakan upaya mengolah bahan pangan maupun hasil sampingnya menjadi produk yang lebih bermanfaat, memiliki nilai tambah, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan demonstrasi pemanfaatan tepung siwil sebagai bahan tambahan dalam pengolahan pangan. Salah satu produk yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah nugget.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri telah melakukan proses pembuatan tepung siwil melalui beberapa tahapan. Kulit kedelai terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian dijemur, disangrai, dihaluskan, dan selanjutnya disaring hingga menghasilkan tepung dengan tekstur yang lebih halus. Tepung tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu bahan campuran dalam pengolahan produk pangan.
Dalam praktik tersebut, peserta juga diperkenalkan secara langsung pada tepung siwil yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa. Dengan demikian, ibu-ibu peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pemaparan materi, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana hasil samping kedelai dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan tambahan pangan.
Pemanfaatan kulit kedelai menjadi tepung menjadi pengalaman baru bagi para peserta. Bahan yang sebelumnya cenderung kurang dimanfaatkan ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi. Selain digunakan sebagai campuran nugget, tepung siwil juga dapat dikembangkan untuk berbagai olahan lainnya, seperti cookies dan bolu pisang.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu aktif mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari mengenal proses pembuatan tepung siwil hingga memahami cara pemanfaatannya sebagai bahan tambahan dalam berbagai produk pangan. Peserta juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa KKN-T Uniska Kediri terkait proses pengolahan, pemanfaatan, hingga peluang pengembangan produk berbahan dasar tepung siwil.
Melalui kegiatan Hilirisasi Pangan (Sigap Pangan), KKN-T Uniska Kediri berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya pemanfaatan hasil samping pangan sebagai bagian dari upaya menciptakan produk yang lebih bernilai. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi bahan yang selama ini kurang termanfaatkan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk pangan kreatif yang memiliki potensi ekonomi.
Baca Juga : Semarak Kemerdekaan, KKN Desa Nglurup Gelar Sembilan Perlombaan
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Semangat dan keaktifan ibu-ibu selama mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa inovasi pemanfaatan kulit kedelai menjadi tepung dapat menjadi pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Kelurahan Tempurejo.