Pancasila Pemersatu Bangsa, Uniska Kediri Teguhkan Semangat Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila

Pancasila Pemersatu Bangsa, Uniska Kediri Teguhkan Semangat Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila

Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Upacara Uniska Kediri, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan sivitas akademika dan tenaga kependidikan Uniska Kediri.

Pada pelaksanaan tahun ini, Fakultas Pertanian Uniska Kediri dipercaya sebagai petugas upacara. Keterlibatan fakultas dalam pelaksanaan upacara menjadi bagian dari komitmen Uniska Kediri untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan perguruan tinggi.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Rektor IV Uniska Kediri, Dr. Supriyono, M.P. Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya dimaknai sebatas agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan ketangguhan Pancasila sebagai ideologi negara yang telah melewati berbagai tantangan sejarah.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan kembali posisi Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa di tengah berbagai dinamika kehidupan nasional dan perkembangan global. Hal tersebut juga sejalan dengan pesan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam pengembangan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

Dalam amanat yang dibacakannya, Dr. Supriyono menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa di tengah arus globalisasi, disinformasi, hoaks, hingga potensi polarisasi sosial. Menurutnya, Pancasila harus tetap menjadi jangkar sekaligus perekat kebhinekaan, termasuk bagi sivitas akademika dalam menjalankan peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dan lembaga riset tidak boleh tercerabut dari akar kepribadian bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, lanjutnya, perlu diarahkan untuk memperkuat kedaulatan nasional, mendorong keadilan sosial, serta menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, sivitas akademika diajak untuk mengikis ego sektoral dan memperkuat kolaborasi, baik antarunit di lingkungan perguruan tinggi maupun dengan perguruan tinggi dan lembaga riset lainnya. Semangat gotong royong dinilai penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mampu melahirkan riset unggul sekaligus sumber daya manusia yang berintegritas.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi Uniska Kediri sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus mendorong kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti pada ruang-ruang upacara, tetapi hadir dalam sikap, karya, dan pengabdian seluruh sivitas akademika.

Baca Juga : Mahasiswa Baru Uniska Kediri Ikrarkan Diri Jadi Relawan Antinarkoba

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Uniska Kediri meneguhkan kembali komitmennya untuk merawat persatuan, memperkuat kolaborasi, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik dan sosial. Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Bagikan dengan :