Uniska Jadi Tuan Rumah Apel Hari Santri Kota Kediri, Teguhkan Tradisi dan Siapkan Santri Hadapi Kemajuan Teknologi

Uniska Jadi Tuan Rumah Apel Hari Santri Kota Kediri, Teguhkan Tradisi dan Siapkan Santri Hadapi Kemajuan Teknologi

Universitas Islam Kadiri (Uniska Kediri) menjadi tuan rumah Apel Hari Santri Kota Kediri yang berlangsung di Uniska Center. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini juga membawa semangat yang diangkat PCNU Kota Kediri, yakni “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.

Kedua tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada tradisi pesantren dan semangat menjaga persatuan bangsa. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, pengurus PCNU Kota Kediri, Muslimat NU dan Fatayat NU Kota Kediri, serta camat dan lurah se-Kota Kediri. Dosen, karyawan, dan mahasiswa Uniska Kediri turut menjadi peserta bersama berbagai lapisan masyarakat.

Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha, yang akrab disapa Gus Qowim, memimpin apel sekaligus menyampaikan amanat tentang pentingnya membentuk generasi santri yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah.

Dalam amanatnya, Gus Qowim menegaskan bahwa santri harus tumbuh menjadi generasi yang memiliki keluasan ilmu, menjunjung tinggi adab, dan menjaga akhlakul karimah. Ketiganya menjadi bekal penting agar santri mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengajak para santri untuk melek teknologi. Menurutnya, semakin banyak pondok pesantren yang kini terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mengenalkannya kepada para santri. Keterbukaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Gus Qowim mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan keteguhan menjaga nilai-nilai pesantren. Kemajuan ilmu perlu disertai kesantunan sikap dan tanggung jawab, sehingga santri tetap memiliki pegangan dalam memanfaatkan teknologi.

Pesan tersebut selaras dengan tema PCNU Kota Kediri, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tradisi keilmuan, adab, dan akhlak yang tumbuh di lingkungan pesantren menjadi landasan bagi santri untuk berkiprah lebih luas sekaligus merawat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gus Qowim turut menyampaikan bahwa dukungan pemerintah terhadap pondok pesantren dan para santri terus meningkat. Keberadaan banyak pesantren di Kediri menjadi kekuatan penting dalam pendidikan keagamaan serta pembinaan generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa hubungan pemerintah dengan lingkungan pesantren terus dijaga melalui kunjungan dan silaturahmi. Kedekatan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pengasuh pesantren, santri, dan masyarakat.

Sebagai tuan rumah, Uniska menjadi tempat bertemunya unsur pemerintah, pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam peringatan Hari Santri. Keikutsertaan dosen, karyawan, serta mahasiswa turut mempererat kebersamaan antara lingkungan perguruan tinggi dan komunitas pesantren.

Baca juga : Latihan Sejak Subuh, Fia Maliha Mahasiswa Uniska Kediri Raih Juara Wushu

Melalui apel ini, semangat menguatkan negeri dipertemukan dengan komitmen merawat akar tradisi. Santri diharapkan terus tumbuh sebagai generasi yang berilmu, cakap memanfaatkan teknologi, serta teguh menjaga adab dan akhlakul karimah untuk berkontribusi menuju Indonesia Emas.

Bagikan dengan :