Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana ke-XLVII dan Magister ke-XXXVIII Tahun 2026 hari pertama, Sabtu (31/10/2026) di Uniska Ceter, Uniska Kediri. Mengusung tema “Lulusan UNISKA Kediri yang Unggul, Beradab, dan Berdaya Saing, Mengakselerasi Transformasi Pengetahuan dan Teknologi Masa Depan”, wisuda hari pertama menjadi momentum untuk menegaskan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Wisuda hari pertama diikuti lulusan dari tujuh program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Agroteknologi, Peternakan, Agribisnis, Ilmu Hukum, Teknik Elektro, dan Teknik Komputer. Rangkaian kegiatan berlangsung melalui rapat senat terbuka, penyampaian sambutan, orasi ilmiah, pemberian penghargaan, hingga pengukuhan para wisudawan.
Dalam sambutannya, Rektor UNISKA Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik dan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dari upaya pengembangan universitas. Ia menyampaikan bahwa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris telah mencapai predikat unggul. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi program studi lainnya, khususnya Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi, untuk terus meningkatkan kualitas hingga mencapai prestasi serupa.
Rektor juga mengingatkan bahwa pengembangan diri tidak boleh berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Melalui kisah Nelson Tansu yang disampaikan dalam sambutannya, ia memberikan gambaran bahwa proses belajar dan pengembangan kapasitas diri tidak dibatasi oleh usia maupun waktu. Karena itu, para lulusan diharapkan terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan tidak berhenti belajar dalam menghadapi perjalanan kehidupan berikutnya.
Sementara itu, Prof. Ainun Naim yang mewakili Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP), KH. Anwar Iskandar, mengajak seluruh wisudawan untuk mensyukuri kesempatan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa sejak berdiri, UNISKA telah memberikan kontribusi nyata dalam menghasilkan sarjana dan mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat melalui bidang pendidikan.
Menurutnya, perkembangan masyarakat dan kemajuan suatu peradaban tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dalam menyongsong Indonesia Emas, para lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kompetensi dan bidang keilmuan masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi sebagaimana dilakukan negara-negara maju. Para lulusan perlu mempertahankan kemampuan berkreasi, berinovasi, dan menyelesaikan berbagai persoalan. Terlebih, tantangan masyarakat semakin beragam, mulai dari persoalan sumber daya manusia hingga perkembangan teknologi. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi harus mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Perspektif mengenai transformasi pendidikan dan pengembangan perguruan tinggi semakin diperdalam melalui orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA, dengan tema “Making UNISKA a Leading University”. Dalam orasinya, ia mengajak UNISKA untuk terus memperkuat kualitas institusi dan mengambil peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Mengutip data BPS tahun 2025, Prof. Nuh menyampaikan bahwa hanya 32,89 persen penduduk Indonesia kelompok usia 19–23 tahun yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan ilmu dan kompetensinya bagi kepentingan masyarakat.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar segera menentukan langkah setelah menyelesaikan studi, baik memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengambil peran produktif lainnya. Jangan sampai setelah wisuda justru berhenti berkarya dan tidak memiliki arah. Menurutnya, UNISKA telah menunjukkan kualitas melalui upaya membuka akses peningkatan kualitas human capital atau sumber daya manusia. Perguruan tinggi harus mampu menjadi bridge to the future, yakni jembatan menuju masa depan.
Lebih lanjut, Prof. Nuh menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan UNISKA. Pertama, mencetak human capital yang memiliki keutuhan kompetensi, meliputi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Kedua, mengembangkan keilmuan melalui riset berbasis inovasi yang memiliki kebaruan dan kebermanfaatan (novelty and usefulness). Ketiga, menyiapkan generasi pembelajar sejati yang berorientasi pada kemanfaatan (impactful mindset). Keempat, membekali mahasiswa dengan kecakapan hidup, seperti literasi kecerdasan buatan (AI), literasi data, kewirausahaan, dan literasi keuangan. Kelima, terus meningkatkan pengalaman mahasiswa selama menjalani pendidikan (improving student experience).
Untuk mewujudkannya, ia menekankan pentingnya kepercayaan diri, keberanian mewujudkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil, kerja keras, serta berserah diri kepada Allah SWT. Di tingkat institusi, pengembangan perguruan tinggi perlu ditopang oleh kepemimpinan yang kuat, jejaring dan kolaborasi, serta transformasi digital. Ia juga menegaskan bahwa kemajuan UNISKA bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan dan proses pengembangan yang sistematis, termasuk melalui penguatan keilmuan lintas disiplin untuk menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks.
Kepada para wisudawan, Prof. Nuh menyampaikan pesan yang menjadi salah satu penekanan dalam orasinya, “Jangan matikan cahaya orang lain, tetapi perbesar cahaya kita sendiri.” Pesan tersebut mengajak para lulusan untuk tidak menjatuhkan orang lain dalam meraih keberhasilan, melainkan terus meningkatkan potensi dan kualitas diri. Ia juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, membiasakan diri bersedekah dan berwakaf, bekerja keras, menjadi pembelajar sepanjang zaman, serta memperkuat ibadah melalui salat malam dan memperbanyak selawat.
Suasana wisuda semakin bermakna ketika kesan dan pesan disampaikan oleh perwakilan wisudawan, Nisa Aulia Prameswari, dari Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Menurut Nisa, pengalaman selama menjalani perkuliahan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, mengerjakan tugas, dan menyelesaikan ujian. Lebih dari itu, masa perkuliahan menjadi ruang untuk mengenal diri sendiri, belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta bertahan menghadapi berbagai tantangan. Ia juga mengungkapkan bahwa teman-teman seperjuangan bukan sekadar rekan sekelas, melainkan bagian dari cerita dan kenangan berharga yang akan selalu dikenang.
Kepada rekan-rekan wisudawan, Nisa mengingatkan bahwa keberhasilan setiap orang memiliki waktu dan perjalanan masing-masing. Karena itu, tidak perlu merasa tertinggal hanya karena jalan yang ditempuh berbeda. Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus bertumbuh, berani mencoba hal baru, tidak malu memulai dari bawah, dan tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, dan gelar yang kita peroleh bukanlah tanda bahwa kita telah mengetahui segalanya,” demikian pesan Nisa dalam kesan dan pesannya.
Ia juga berharap UNISKA terus berkembang dan semakin maju, serta mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun tantangan masa depan.
Melalui momentum wisuda ini, UNISKA Kediri kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun sumber daya manusia yang unggul, beradab, serta berdaya saing. Para lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menjaga nilai-nilai kebaikan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.





