Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Agrotechno Park pada Senin, 9 Februari 2026, hal menjadi tonggak penting penguatan inovasi dan pengembangan teknologi energi terbarukan di lingkungan kampus. PLTS ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan fasilitas inovatif yang telah dirintis oleh Fakultas Teknik Uniska Kediri sebagai wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan energi masa depan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Uniska Kediri, Dr. Riska Nurtantyo Sarbini, M.T., menyampaikan bahwa kehadiran PLTS tidak hanya dimaknai sebagai fasilitas penunjang energi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan laboratorium inovasi baru bagi mahasiswa, khususnya di bidang teknik. Ia berharap PLTS ini dapat menjadi pemantik lahirnya berbagai riset terapan, karya inovatif, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan yang melibatkan mahasiswa dan dosen. “Kami berharap ke depan akan semakin banyak fasilitas serupa yang dikembangkan sebagai wadah inovasi dan kreativitas sivitas akademika Fakultas Teknik,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Uniska Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., menegaskan bahwa pembangunan PLTS merupakan langkah strategis universitas dalam membuka kolaborasi lintas bidang keilmuan. Menurutnya, PLTS ini tidak hanya relevan bagi Fakultas Teknik, tetapi juga berpotensi dikembangkan bersama fakultas lain, baik dalam riset, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan inovasi berbasis kebutuhan nyata. “PLTS ini menjadi awal dari langkah-langkah baru Uniska Kediri dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kolaborasi keilmuan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Yayasan Bina Cendikia Muslim Pancasila (YBCMP), Dr. Rinto Harno, S.Mn., M.M. Ia menilai PLTS sebagai awal dari aktivitas kolaboratif yang lebih luas, tidak hanya antarbidang keilmuan di lingkungan UNISKA Kediri, tetapi juga dengan dunia usaha dan industri. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar pengembangan teknologi yang dilakukan di kampus mampu memberikan dampak nyata, baik dalam penguatan keilmuan maupun kontribusi bagi masyarakat. “Sinergi antara teknik, bidang keilmuan lain, dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan,” tegasnya.
PLTS yang dibangun di Agrotechno Park UNISKA Kediri merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan secara mandiri dan berkelanjutan. Sistem ini dibekali dua unit panel surya berkapasitas masing-masing 575 WP yang dirangkai secara seri, sehingga mampu menghasilkan tegangan sekitar 80 Volt DC. Energi listrik yang dihasilkan dari panel surya selanjutnya dialirkan menuju Maximum Power Point Tracking (MPPT), yaitu kontroler pengisian baterai yang berfungsi mengoptimalkan proses penyerapan energi dari panel surya meskipun intensitas sinar matahari berubah-ubah. MPPT yang digunakan memiliki kapasitas 60 Ampere, sehingga mampu bekerja secara efisien dalam berbagai kondisi cuaca.
Energi listrik dari MPPT kemudian disimpan pada baterai berkapasitas 100 Ah dengan tegangan 48 Volt, yang memungkinkan energi listrik yang dihasilkan pada siang hari dapat dimanfaatkan hingga malam hari. Selanjutnya, arus listrik searah (DC) dari baterai diubah menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan inverter berkapasitas 1.800 Watt tipe Pure Sine Wave (PSW), sehingga menghasilkan tegangan 220 VAC yang sesuai dengan kebutuhan peralatan listrik pada umumnya. Dengan sistem tersebut, proses pembangkitan listrik dari panel surya hingga inverter dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung operasional berbagai peralatan listrik di lingkungan Agrotechno Park UNISKA Kediri.
Baa Juga : Tekankan Growth Mindset dan Perencanaan Karier, Pada Pembinaan ke-2 Penerima Beasiswa Baznas
Melalui peresmian PLTS ini, Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan isu keberlanjutan. Kehadiran PLTS di Agrotechno Park menjadi representasi nyata sinergi antara pendidikan, riset, dan inovasi, sekaligus memperkuat positioning Uniska Kediri sebagai kampus yang mendorong pemanfaatan energi terbarukan, kolaborasi lintas disiplin, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat.

