Komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi terus ditunjukkan oleh Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri. Salah satu tenaga kependidikan (tendik), Allif Musthofa, S.Kom., Staf Bagian Teknologi Informasi Uniska Kediri, berhasil lolos dalam program program Tendik Berdampak 2026 pada bidang kegiatan Workshop-Benchmarking Tenaga Kependidikan Bidang Pranata Komputer yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada 6–10 April 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas tenaga kependidikan di bidang teknologi informasi, khususnya dalam membangun sistem informasi kampus yang terintegrasi. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi utama mengenai pengembangan arsitektur sistem informasi terpusat seperti SIMASTER UGM, yang dikenal sebagai sistem yang andal, aman, efisien, serta mampu mengintegrasikan berbagai layanan akademik dan non-akademik dalam satu platform.
Salah satu materi yang paling berkesan bagi Allif adalah pembahasan tentang Well Architecture Framework dalam Layanan Publik yang disampaikan oleh Ridi Ferdiana, Kepala Direktorat Teknologi Informasi UGM. Materi tersebut mengupas secara komprehensif kerangka kerja dalam merancang dan mengelola sistem layanan publik berbasis digital agar memiliki performa optimal, aman, serta mampu menjawab kebutuhan pengguna secara efektif.
“Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman berharga. Para pemateri yang ahli di bidangnya memberikan wawasan mendalam, ditambah dengan interaksi bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang turut memperkaya perspektif saya,” ungkap Allif.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini semakin meningkatkan pemahamannya terhadap perkembangan teknologi terkini, khususnya dalam pemanfaatannya untuk mengoptimalkan layanan di lingkungan Uniska Kediri.
Sebagai bentuk refleksi sekaligus ajakan, Allif menyampaikan pesan kepada seluruh civitas akademika Uniska Kediri agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan yang cepat, responsif, dan tepat sasaran.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Mari kita bersama-sama terbuka terhadap perubahan, aktif belajar, serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan di instansi kita demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pesannya.
Baca Juga : Uniska Kediri Perkuat Wawasan Analisis SDM, Tegaskan Komitmen pada SDM Unggul
Keikutsertaan tendik Uniska Kediri dalam program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan sistem layanan berbasis digital di lingkungan kampus, sekaligus mendukung terciptanya tata kelola institusi yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing.

