Dari Uniska Kediri ke Panggung Dunia: Naufal Ghani Bayhaqi Lolos S2 di Chulalongkorn University Thailand

Dari Uniska Kediri ke Panggung Dunia: Naufal Ghani Bayhaqi Lolos S2 di Chulalongkorn University Thailand

Naufal Ghani Bayhaqi, mahasiswa Fakultas Hukum Uniska Kediri, berhasil diterima pada Program Master of Laws in Business Law International Program di Chulalongkorn University, Thailand. Ia diterima pada jalur tesis program yang disebutnya hanya menerima sekitar 10 mahasiswa. Saat menerima email kelulusan pada sore hari, Naufal mengaku merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka dapat lolos pada program tersebut.

Pencapaian ini menjadi hasil dari perjalanan panjang yang dilandasi semangat belajar dan tekad kuat untuk terus menempuh pendidikan. Naufal berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dengan kedua orang tua yang berprofesi sebagai pedagang. Ketertarikannya pada dunia hukum, khususnya hukum pajak, tumbuh sejak masa kuliah. Baginya, pajak bukan sekadar instrumen negara, melainkan salah satu sarana penting pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga termotivasi oleh cita-citanya untuk menjadi dosen, agar ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada generasi berikutnya.

Pilihan Naufal untuk melanjutkan studi pada bidang Business Law International Program tidak lepas dari pengalaman hidupnya. Selama lebih dari 20 tahun tinggal di lingkungan pasar tradisional, ia menyaksikan langsung bagaimana pandemi COVID-19 menghentikan aktivitas pasar dan membuat banyak pelaku UMKM kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengalaman itu memperkuat tekadnya untuk mendalami hukum bisnis, terutama hukum perpajakan, yang menurutnya memiliki peran krusial dalam menopang kegiatan ekonomi dan melindungi pelaku usaha, khususnya UMKM, di tengah krisis. Ketertarikannya semakin kuat karena program LL.M. di Chulalongkorn University menawarkan mata kuliah Law for Business Tax Planning, yang selaras dengan topik tesisnya mengenai perbandingan asas substance over form antara Indonesia dan Singapura.

Di balik keberhasilan tersebut, Naufal menghadapi berbagai tantangan. Ia harus mengatur waktu di tengah persiapan berkas pendaftaran, ujian akhir semester tujuh, pengerjaan skripsi, dan persiapan tes IELTS dengan syarat minimal skor keseluruhan 6. Tantangan lain muncul ketika jadwal wawancara hampir bersamaan dengan seminar hasil skripsinya. Untuk mengatasi situasi itu, ia mengajukan penjadwalan ulang seminar hasil kepada pihak fakultas dan dosen pembimbing agar dapat lebih fokus mempersiapkan wawancara serta presentasi skripsinya secara optimal.

Naufal menilai keberhasilannya tidak lepas dari dukungan penuh keluarga, terutama kedua orang tuanya yang menempatkan pendidikan sebagai hal penting meskipun memiliki keterbatasan ekonomi. Sejak kecil, orang tuanya juga telah menanamkan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dengan mengikutkannya pada bimbingan belajar dan membiasakannya dengan film berbahasa Inggris. Bekal itu kemudian sangat membantunya saat mempersiapkan IELTS. Selain itu, ia juga menilai pengalaman organisasi dan penguatan CV, termasuk keterlibatannya dalam karya latihan bantuan yang diselenggarakan LBH Surabaya, menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

Dalam perjalanannya, Fakultas Hukum Uniska Kediri disebut memiliki peran yang sangat besar. Naufal mengungkapkan bahwa selama kuliah ia memperoleh banyak ilmu yang memperkaya pemahamannya di bidang hukum. Ia juga mendapat kesempatan menjadi asisten peneliti dosen, pengalaman yang menurutnya sangat membantu dalam mengasah cara berpikir kritis dan analitis. Proses pembelajaran di kelas yang dinamis dan interaktif, ditambah diskusi mengenai isu-isu hukum terkini, turut membentuk kemampuannya dalam menganalisis persoalan hukum dan menyampaikan argumentasi secara sistematis.

Selain itu, pengalaman diskusi dan presentasi selama masa kuliah di Uniska Kediri turut membangun kepercayaan dirinya. Melalui forum akademik, Naufal belajar memahami materi secara konseptual, menganalisis beragam pandangan hukum, serta menyusun pendapat berdasarkan landasan hukum yang jelas. Kegiatan presentasi secara berkala juga melatihnya menyampaikan ide dengan terstruktur, mempertahankan argumen secara logis, dan berkomunikasi dengan baik di hadapan publik. Interaksi akademik yang konstruktif bersama dosen dan sesama mahasiswa menjadi bekal penting dalam pencapaiannya saat ini.

Atas pencapaian tersebut, Naufal menyampaikan rasa terima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia menyebut kedua orang tuanya, Akhmad Tantowi Lestari dan Anik Sahaya Sujiati, sebagai sosok yang tidak pernah membatasi langkahnya untuk meraih cita-cita. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing dan para dosen di Uniska Kediri, khususnya Dr. Hj. Emi Puasa Handayani, SH., MH. dan Dekan fakultas Hukum Uniska Kediri Dr. H. Zainal Arifin, S.S., MH., M.Pdi., yang telah membimbing dan memberinya banyak kesempatan untuk mengembangkan minat di bidang hukum dan penelitian. Tidak lupa, ia juga berterima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan beasiswa selama menempuh pendidikan S1, sehingga ia dapat fokus belajar, serta kepada para sahabat yang selalu memberi dukungan dan semangat.

Ke depan, selama menempuh studi S2 di Thailand, Naufal menargetkan untuk memperluas jaringan profesional dan memperkaya wawasan agar dapat menunjang pengembangan kariernya. Ia juga berkomitmen memanfaatkan setiap kesempatan akademik maupun nonakademik untuk meningkatkan kualitas diri. Bahkan, ia memiliki aspirasi memperoleh pengalaman internasional melalui internship di World Bank maupun United Nations Conference Centre Bangkok guna memperluas pemahaman mengenai praktik hukum dan kebijakan global.

Melalui capaian ini, Naufal juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Uniska Kediri yang ingin melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Menurutnya, mahasiswa perlu melakukan riset mendalam tentang kampus tujuan, memastikan bidang yang ingin dipelajari tersedia dan selaras dengan cita-cita, serta tetap semangat dan pantang menyerah dalam mengejar mimpi.

Baca Juga : Mahasiswa Akuntansi Uniska Kediri Raih Juara II Nasional pada Lomba TAXTOX Short Movie 2026

Prestasi Naufal Ghani Bayhaqi menjadi bukti bahwa mahasiswa Uniska Kediri mampu bersaing dan meraih peluang pendidikan di tingkat internasional. Capaian ini sekaligus diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Uniska Kediri untuk terus berprestasi, mengembangkan diri, dan berani mengejar mimpi hingga ke kancah internasional.

Bagikan dengan :