Ocky Tri Gogik Sunarto, Alumni UNISKA Kediri Ukir Kiprah di Tingkat Nasional

Ocky Tri Gogik Sunarto, Alumni UNISKA Kediri Ukir Kiprah di Tingkat Nasional

Alumni Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dari Fakultas Teknik, Ocky Tri Gogik Sunarto, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wakil Ketua Bidang III Pengumpulan, Pengolahan Data serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KONI Pusat untuk periode 2026–2027. Amanah strategis ini menempatkan Ocky pada posisi penting dalam mendukung pengelolaan data olahraga nasional yang menaungi lebih dari 70 cabang olahraga di Indonesia.

Ocky merupakan putra daerah asal Kediri yang menempuh pendidikan di Uniska Kediri, Fakultas Teknik, setelah sebelumnya berlatar belakang pendidikan komputer. Ia melanjutkan studi di Uniska Kediri pada tahun 2017 dan lulus pada tahun 2019 dari program Teknik Elektro. Dalam perjalanannya, pengalaman akademik dan lingkungan belajar di Uniska Kediri menjadi bagian penting yang membentuk cara berpikir, kedisiplinan, dan kemampuan profesionalnya sehingga mampu berkiprah di level nasional.

Dalam wawancara, Ocky menjelaskan bahwa tugas utamanya di KONI Pusat adalah mengawal pengumpulan dan pengolahan data prestasi atlet nasional pada berbagai penyelenggaraan multievent. Data tersebut mencakup data diri atlet, capaian prestasi, hingga rekor yang tercipta, lalu diintegrasikan dalam satu sistem digital. Menurutnya, digitalisasi ini penting agar KONI memiliki basis data yang kuat untuk memetakan kekuatan atlet nasional dalam menghadapi kompetisi internasional, sekaligus menunjang kebutuhan sport science di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa bidang yang dipimpinnya berperan dalam memperkuat arus informasi dari pusat ke daerah agar koordinasi semakin efektif dan meminimalkan miskomunikasi.

Kepercayaan yang diberikan KONI Pusat tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Ocky mengaku bersyukur dan bangga bisa berada di titik ini, terlebih karena ia dapat membawa nama baik daerah asal dan almamaternya. Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut secara maksimal dan sebaik-baiknya.

Perjalanan Ocky hingga sampai pada posisi sekarang bukanlah sesuatu yang instan. Berdasarkan riwayat pengalamannya, ia merupakan mantan atlet catur yang kemudian berkembang menjadi praktisi olahraga dengan fokus pada subsektor sport science, khususnya sport technology. Ia tercatat pernah terlibat dalam berbagai event olahraga nasional dan internasional, baik di level teknis maupun manajerial. Salah satu capaian pentingnya adalah menjadi IT Project Manager dan pemimpin operasional aplikasi GMS pada ajang besar seperti PON 2024 dan Peparnas 2024. Ia juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi dan event olahraga, termasuk sebagai delegasi Indonesia pada forum kepemudaan olimpik internasional serta bagian dari pengembangan sistem dan teknologi olahraga.

Menurut Ocky, tantangan terbesar dalam pengelolaan data olahraga nasional saat ini adalah karena setiap cabang olahraga masih banyak yang memiliki sistem masing-masing atau berjalan secara terpisah. Kondisi tersebut membuat proses sinkronisasi data membutuhkan waktu dan koordinasi yang tidak sederhana. Karena itu, ia ingin mendorong optimalisasi digitalisasi data prestasi olahraga nasional, terutama pada cabang-cabang olahraga unggulan, agar Indonesia memiliki data yang valid, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan secara strategis untuk pembinaan prestasi. Selain itu, ia juga tengah mendorong pengembangan data tenaga olahraga agar sumber daya pendukung seperti volunteer dan liaison officer memiliki bekal yang lebih terarah dan profesional.

Di tengah kiprahnya yang luas, Ocky tetap mengingat peran Uniska Kediri dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku sangat menikmati proses belajar di Fakultas Teknik karena para dosennya terbuka untuk berdiskusi dan tidak menciptakan jarak dengan mahasiswa. Bahkan hingga kini, sesekali ia masih berdiskusi dengan dosen yang pernah mengampu mata kuliahnya saat kuliah di Uniska Kediri. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah perjuangan menempuh studi sambil bekerja, sehingga ia harus mengambil kelas malam dan belajar menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan dunia kerja. Pengalaman itu justru membentuk daya juang dan manajemen waktu yang kuat.

Sebagai alumni yang kini berkiprah di tingkat nasional, Ocky juga membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa dan alumni Uniska Kediri. Ia mengajak generasi muda untuk terus berinovasi, terus berkembang menjadi lebih baik, serta aktif membangun jejaring. Menurutnya, networking adalah aset yang sangat berharga karena tidak bisa dibeli, namun dapat membuka banyak peluang di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa di era saat ini, bekal akademik saja belum cukup. Mahasiswa perlu memperkuat soft skill, mengikuti pelatihan, dan menambah sertifikasi agar memiliki nilai tambah di dunia profesional.

Ocky berharap Uniska Kediri terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. Ia menilai pembekalan yang lebih aplikatif, termasuk sertifikasi atau kerja sama dengan berbagai instansi, akan menjadi langkah penting agar lulusan UNISKA semakin kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga : Dari Uniska Kediri ke Panggung Dunia: Naufal Ghani Bayhaqi Lolos S2 di Chulalongkorn University Thailand

Keberhasilan Ocky Tri Gogik Sunarto menembus panggung nasional menjadi bukti bahwa alumni Uniska Kediri mampu bersaing, berprestasi, dan mengambil peran strategis bagi Indonesia. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Uniska Kediri untuk terus melangkah maju, mengembangkan potensi, dan membawa nama almamater semakin dikenal luas melalui karya nyata.

Bagikan dengan :