Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar doa bersama dan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-43 Uniska Kediri. Mengusung tema “43 Tahun Uniska Kediri Berkarya dan Berdampak bagi Bangsa”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Al-Ittihad Uniska Kediri, Rabu, 3 Juni 2026.

Peringatan harlah ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Uniska Kediri untuk merefleksikan perjalanan panjang universitas dalam mengembangkan pendidikan tinggi, memperkuat nilai keislaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khotmil Qur’an yang diikuti oleh dosen Uniska Kediri bersama mahasiswa UKM Nurul Furqon. Setelah itu, acara resmi dimulai pukul 10.00 WIB dengan kirim doa, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Saifullah Efendi, selaku Sekretaris Eksekutif Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para sesepuh dan pendiri Uniska Kediri.
Sambutan Rektor Uniska Kediri pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua LPM, H. Khayatudin, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Rektor Uniska Kediri dan jajaran yang belum dapat hadir secara langsung karena sedang menjalankan agenda lain di luar kampus.
Atas nama pimpinan universitas, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan ikut membersamai peringatan Harlah ke-43 Uniska Kediri. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para sesepuh dan pendiri Uniska Kediri yang telah berperan besar dalam meletakkan fondasi perjuangan universitas.
Kehadiran para pendiri, di antaranya Dr. Ir. H. Abu Talkah, M.M. dan Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., M.M. menjadi pengingat bahwa perkembangan Uniska Kediri hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras, pengabdian, dan perjuangan panjang para tokoh terdahulu. Nilai perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi semangat bagi generasi penerus dalam membawa Uniska Kediri menuju kemajuan yang lebih besar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., dalam sambutannya menyampaikan kembali sejarah awal pendirian Uniska Kediri. Ia menegaskan bahwa Uniska Kediri dapat terus berdiri, berkembang, dan memberikan manfaat hingga saat ini karena adanya kebersamaan, ketulusan, serta komitmen dari seluruh elemen kampus dan yayasan.
Menurutnya, Uniska Kediri merupakan milik bersama yang harus dijaga dan dikembangkan secara kolektif. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika diajak untuk terus memperkuat kekompakan, meningkatkan kualitas kerja, dan membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.
“Uniska dapat bersatu dan berkembang sampai sejauh ini berkat usaha dan perjuangan kita semua. Mari kita bekerja bersama dengan baik, karena Uniska ini adalah milik kita semua,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, KH. Najib Zamzami, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yayasan, Rektor beserta jajaran pimpinan universitas, serta seluruh civitas akademika Uniska Kediri yang telah membersamai perjalanan universitas selama 43 tahun.
Dalam arahannya, KH. Najib Zamzami menekankan pentingnya menjaga tiga hal utama dalam perjalanan Uniska Kediri ke depan. Pertama, seluruh keluarga besar Uniska Kediri harus senantiasa bersyukur atas capaian dan amanah yang telah diberikan hingga saat ini. Kedua, penting untuk terus bertawasul dan mendoakan para pendiri serta tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi berdirinya Uniska Kediri. Ketiga, kekompakan seluruh civitas akademika harus terus dijaga sebagai modal utama dalam memperkuat kemajuan universitas.
Ia juga berpesan agar Uniska Kediri tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan berada di jalan Ahlussunnah wal Jamaah. Nilai tersebut diharapkan menjadi pijakan moral dan spiritual dalam setiap langkah pengembangan kampus.
Peringatan Harlah ke-43 Uniska Kediri bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang universitas dalam mengabdi kepada masyarakat. Selama 43 tahun, Uniska Kediri telah melewati berbagai dinamika dan terus berupaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada ilmu, nilai, pengabdian, dan kebermanfaatan.
Melalui doa bersama dan tasyakuran ini, keluarga besar Uniska Kediri berharap agar universitas semakin solid, maju, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.