Menatap Indonesia Emas 2045, Pascasarjana UNISKA Kediri Bahas Sinergi Hukum dan Ketahanan Pangan

Menatap Indonesia Emas 2045, Pascasarjana UNISKA Kediri Bahas Sinergi Hukum dan Ketahanan Pangan

Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggelar Seminar Nasional bertema “Sinergi Hukum, Tata Kelola & Ketahanan Pangan dalam Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” di Hall Aswaja, Gedung Ulil Albab, Kampus UNISKA Kediri, Sabtu, 13 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana UNISKA Kediri dan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, mulai dari hukum, tata kelola kepabeanan, hingga ketahanan pangan dan agribisnis.

Seminar dibuka dengan sambutan Rektor UNISKA Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan.

“Tema seminar hari ini sangat relevan. Ada tiga kata kunci penting, yaitu hukum, tata kelola, dan ketahanan pangan. Ketiganya merupakan pilar yang tidak bisa ditinggalkan dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Bambang.

Rektor juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai isu strategis nasional. Menurutnya, Kediri Raya memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, termasuk kontribusi terhadap produksi padi di Jawa Timur. Namun, potensi tersebut tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan regenerasi petani.

“Di sinilah UNISKA Kediri hadir, salah satunya melalui Program Studi Magister Agribisnis. Perguruan tinggi harus mengambil peran dalam penguatan keilmuan, riset, dan solusi bagi persoalan ketahanan pangan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi UNISKA Kediri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga hadir dalam menjawab persoalan strategis masyarakat. Melalui Program Pascasarjana, UNISKA Kediri terus mendorong penguatan budaya akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam bidang hukum, tata kelola, agribisnis, dan pembangunan berkelanjutan.

Selain ketahanan pangan, Prof. Bambang juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam menjaga distribusi pangan dari hulu hingga hilir. Tata kelola yang kuat membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan praktisi hukum.

Seminar nasional ini menghadirkan Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., MM. sebagai keynote speaker. Kehadirannya memberikan pengantar strategis mengenai arah pembangunan berkelanjutan dan pentingnya sinergi lintas sektor menuju Indonesia Emas 2045.

Dari bidang tata kelola dan pengawasan kepabeanan, hadir Gatot Heroe Hernanda, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri. Kehadirannya memperkuat pembahasan mengenai pengawasan arus barang, tata kelola distribusi, serta peran lembaga negara dalam mencegah praktik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan komoditas.

Sementara itu, dari bidang hukum, seminar menghadirkan Christophorus Wahyo Suryo Wardhana, SH., MH., Direktur LBH Fadjar Kediri. Perspektif hukum dalam seminar ini penting untuk menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan kepastian hukum, perlindungan masyarakat, dan tata aturan yang berpihak pada keadilan.

Adapun dari sektor ketahanan pangan dan agribisnis, hadir Ir. H. Prijadi, Direktur CV. Aura Seed Indonesia. Kehadiran praktisi agribisnis tersebut memperkaya pembahasan mengenai peran dunia usaha dalam mendukung sektor pertanian, perbenihan, dan penguatan rantai produksi pangan.

Selain seminar nasional, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara UNISKA Kediri dengan CV. Aura Seed Indonesia. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan bersama Ir. H. Prijadi selaku Direktur CV. Aura Seed Indonesia.

MoA ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha, khususnya dalam pengembangan bidang agribisnis, ketahanan pangan, riset terapan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa. Melalui kerja sama ini, UNISKA Kediri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan forum akademik, tetapi juga membangun kolaborasi nyata yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui seminar nasional ini, Program Pascasarjana UNISKA Kediri menghadirkan ruang akademik yang tidak hanya membahas teori, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan isu nyata di lapangan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen UNISKA Kediri dalam mencetak lulusan pascasarjana yang memiliki wawasan kritis, kolaboratif, dan mampu membaca tantangan pembangunan secara lintas bidang.

Baca Juga : UNISKA Kediri dan DBL Academy Gelar Sports Week 3×3 Competition, Dorong Anak Muda Kenal Basket Sejak Dini

Sebagai kampus yang tumbuh bersama masyarakat Kediri Raya, UNISKA Kediri terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian yang berdampak. Seminar nasional dan penandatanganan MoA ini menjadi bukti bahwa UNISKA tidak hanya berbicara tentang pendidikan tinggi, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun gagasan dan kerja nyata untuk masa depan bangsa.

 

Bagikan dengan :