Surga merupakan tempat impian bagi seluruh umat muslim, tempat yang digambarkan memiliki keindahan dan kenikmatan yang tidak terbatas, tempat yang disiapkan untuk orang-orang yang beriman dan bertakwa, yang merupakan Rahmat dari Allah untuk hambanya yang dikehendaki, sebagaimana yang telah disabdakan Baginda Nabi Muhammad SAW:
لَا يَدْخُلُ أَحَدٌ مِّنْكُمُ الْجَنَّةَ بِعَمَلِهِ وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ إِلَّا رَحْمَةَ اللَّهِ
Artinya: “Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukannya ke dalam surga dan tidak bisa menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga engkau, kecuali dengan Rahmat dari Allah.” (HR Muslim).
Karena itu, marilah kita berusaha bahwa Rahmat Allah tidak pantas diberikan kepada orang yang bermaksiat, melainkan kepada orang-orang yang beriman dan shalih. Sebagaimana Allah telah menjanjikan balasan berupa surga, adalah merupakan kewajiban kita untuk menjadi pribadi yang shalih dengan terus mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhi maksiat.
Syeikh Zainuddin Al-Ma’bari dalam kitabnya Al isti’dad lil Mauti wa Suaili Qobri juz 1 halaman 79:
ذَكَرَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى وَحَى إِلَى مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ: مَا أَذَلُّ غَنِيَّا بَخِيْلًا؟ يَقُوْلُ فِي جَنَّتِي، عَجَّلْ كَيْفَ أَدْخُلُ بُخَلَائِي فِي رَحْمَتِي عَلَى مَنْ يَبْخَلُ بِطَاعَتِي؟
Artinya:
“Allah SWT memberi Wahyu pada Nabi Musa alaihissalam: Alangkah tidak tahu malunya seorang hamba yang menginginkan surga-Ku tanpa mau beramal, bagaimana Aku bisa memberikan rahmat-Ku pada orang yang bakhil dalam ketaatan padaku.”

Dari keterangan ini kita tahu betapa pentingnya beramal saleh untuk meraih rahmat Allah, agar kita pantas dimasukkan ke dalam surga-Nya. Selanjutnya, ada banyak sekali amal kebaikan yang menuntun seorang hamba bisa mendapatkan surga tempat kenikmatan abadi, namun ada beberapa amal yang sangat penting hingga tidak boleh ditinggalkan yaitu:
Pertama, dan menjadi hal yang paling utama adalah mencari ilmu, sebagaimana sabda Baginda Nabi Muhammad SAW:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga.” (HR Tirmidzi dan Abu Daud).
Hal ini dikarenakan ilmu adalah kunci untuk meraih apa yang kita inginkan, dan amal tanpa ilmu pastilah tidak diterima. Lebih dari itu, ilmu adalah amal batin untuk menguatkan keimanan seorang hamba, dengan meninggal membawa imanlah seorang hamba dapat meraih rida Allah SWT.
Kedua, menunaikan shalat fardlu. Shalat 5 waktu merupakan amal kunci agar semua amal yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT, hal ini ditegaskan Baginda Nabi dalam sabdanya:
أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاَةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ، صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ، فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ
Artinya:
“Amal pertama kali seorang hamba akan dihisab di hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Dan jika shalatnya buruk, rusaklah semua amalnya.” (HR. At-Thabrani).
Dalam hadist ini, bahkan shalat menjadi barometer bagi amal lain, apabila shalat kita baik, maka amal lainnya pun akan baik. Namun, apabila shalat kita rusak, maka amalan lainnya juga akan rusak. Shalat adalah bentuk ibadah yang menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Shalat adalah tanda agama yang harus ditegakkan, serta amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.
Ketiga, selalu berusaha berbuat baik, Allah SWT berfirman:
إِنَّ رَحْمَةَ اللهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Araf ayat 56).
Sebagai manusia pasti meninggalkan dunia, kita diperintahkan oleh Allah untuk selalu berbuat baik sebagai bekal akhirat. Menuju akhirat, dengan selalu berbuat baik kepada sesama, sejatinya kita memantaskan diri mengharap balasan rahmat dari Allah. Ayat di atas adalah bukti bahwa rahmat Allah akan dekat dengan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan, karena “siapa pun yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat balasan-nya”. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Marah Labid menjelaskan tentang ayat ini, bahwa berbuat baik mencakup perbuatan dan ucapan, dan semua ulama sepakat dengan kita menjaga perbuatan dan ucapan agar tidak sampai menyakiti orang lain merupakan kebaikan yang luar biasa.
Tiga hal di atas merupakan amalan penting yang harus selalu dilakukan dengan istiqamah. Seorang hamba yang bisa menjaga keistiqamahan dan konsistensi dalam kebaikan, akan mendapatkan balasan yang sangat istimewa dari Allah, yaitu surga yang dipenuhi dengan kenikmatan di dalamnya. Dengan istiqamah juga, kita semua akan menjadi manusia yang lebih lapang, tentram, dan tidak ada kekhawatiran dalam dirinya. Oleh karenanya, mari kita jaga konsistensi kita semua dalam ketaatan dan kebaikan, agar bisa mendapatkan keistimewaan tersebut.
Semoga dengan istiqamah mengamalkan tiga hal ini kita digolongkan menjadi orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada iman dan takwa. Amin.
Khodbah Jum’at : Dr. Ali Ahmad Yenuri, M.PdI