Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menjajaki kerja sama strategis dengan Confucius Institute (CI) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam rangka memperkuat internasionalisasi kampus. Pertemuan yang berlangsung di Gedung T2 FBS UNESA Surabaya pada Selasa, 7 April 2026 ini dihadiri pimpinan kedua institusi untuk membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, bahasa, dan budaya.

Dari pihak Uniska Kediri hadir Rektor Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., Wakil Rektor IV Dr. Supriyono, MP., Wakil Rektor III Dr. Miftahul Munir, SE., MM., serta Direktur UKLC Dr. Ibadurrahman. Sementara itu, CI UNESA diwakili oleh Direktur CI China, Zhu Li, Ph.D, Direktur CI UNESA Dwi Lorry Juniarsica, Sekretaris Cici Arista, S.Pd., MTCSOL, dan staf Intan Frasiandini, S.Si.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa opsi kerja sama, di antaranya pendirian pusat Confucius Institute Center di Uniska Kediri, baik sebagai institusi mandiri maupun cabang dari CI UNESA. Selain itu, CI juga siap mendukung pengembangan kursus Bahasa Mandarin di UKLC dengan menghadirkan native speaker guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pada bidang akademik, turut dibahas rencana implementasi mata kuliah Dasar-Dasar Bahasa Mandarin (Percakapan 1 dan 2) di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dengan skema pembelajaran block system. Program ini nantinya akan melibatkan pengajar langsung dari CI dan mensyaratkan kesiapan kurikulum, Learning Management System (LMS), serta sarana pendukung akademik lainnya dengan kapasitas maksimal 25 mahasiswa per kelas.
Tidak hanya itu, peluang kerja sama juga mencakup penyelenggaraan program summer camp ke Tiongkok yang akan dilaksanakan bersama UNESA. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa Uniska Kediri sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.
Dari sisi potensi, Kediri dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung realisasi kerja sama ini. Selain jarak geografis yang cukup jauh dari Surabaya, Kediri juga memiliki kawasan industri berskala internasional serta infrastruktur penunjang seperti bandara internasional yang berpotensi menjadi mitra strategis.
Uniska Kediri juga menyatakan kesiapan untuk mendukung aspek sarana dan prasarana, baik akademik maupun non-akademik, termasuk penyediaan fasilitas bagi tenaga pengajar asing, pengurusan administrasi seperti visa, serta dukungan operasional lainnya.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah awal yang strategis, tidak hanya bagi Uniska Kediri, tetapi juga bagi pengembangan jaringan Confucius Institute secara global. Inisiatif ini bahkan disebut sebagai peluang pertama yang dapat menjadi model pengembangan CI di berbagai wilayah lainnya.
Baca Juga : Perkuat SDM Unggul, Uniska Kediri Jajaki Program Beasiswa Akselerasi Magister Bersama LPDP
Dengan adanya penjajakan ini, Uniska Kediri semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan berstandar internasional serta membuka akses kolaborasi global bagi civitas academica.
