Tulungagung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri melaksanakan kegiatan edukasi, pengolahan, dan pembagian pupuk cair semi organik kepada delapan kelompok tani di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.
Pupuk cair semi organik tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pupuk Genderuwo. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari program KKNT di bidang pertanian dengan fokus pada pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk limbah peternakan dan bahan organik lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan, tahapan pembuatan pupuk, manfaat penggunaannya, serta tata cara aplikasi pada tanaman. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai dosis dan waktu penggunaan pupuk agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, anggota kelompok tani turut mengikuti praktik pembuatan pupuk cair semi organik secara langsung. Pendampingan dilakukan pada setiap tahapan pengolahan sehingga peserta dapat mengetahui proses pembuatan dari persiapan bahan hingga pupuk siap digunakan.
Kegiatan praktik tersebut juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan petani. Sejumlah pertanyaan disampaikan peserta, antara lain mengenai komposisi bahan, dosis penggunaan, waktu aplikasi, serta penggunaan pupuk pada berbagai jenis tanaman.
Ketua Kelompok KKNT UNISKA Kediri Desa Kradinan, Moh. Dwi Faesal, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada pembagian pupuk, tetapi juga pada pemberian pengetahuan kepada petani agar dapat mencoba melakukan pengolahan secara mandiri.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pembagian pupuk. Petani juga mendapatkan pengetahuan mengenai proses pembuatannya sehingga ke depan dapat mencoba mengolah bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka, termasuk limbah peternakan,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan limbah peternakan sebagai salah satu bahan pembuatan pupuk dapat menjadi alternatif dalam pengelolaan limbah sekaligus mendukung kebutuhan pemupukan di tingkat petani.
Sebagai bagian dari kegiatan, tim KKNT UNISKA Kediri kemudian membagikan pupuk cair semi organik yang telah disiapkan kepada delapan kelompok tani di Desa Kradinan. Pupuk tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan uji penerapan di lahan pertanian masing-masing kelompok.
Mahasiswa juga mendorong kelompok tani untuk melakukan pengamatan terhadap penggunaan pupuk tersebut. Hasil penerapan di lapangan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi petani untuk mengetahui kesesuaian penggunaan pupuk dengan kondisi tanaman dan lahan yang mereka kelola.
Selain berkaitan dengan pemupukan, pemanfaatan limbah peternakan menjadi perhatian dalam program tersebut. Bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki kegunaan bagi kegiatan pertanian.
Apabila pengolahan dapat dilakukan secara konsisten dan memenuhi standar mutu yang diperlukan, pupuk cair semi organik tersebut juga berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun, pengembangan sebagai produk yang dipasarkan tetap memerlukan perhatian terhadap kualitas, keamanan, pengemasan, serta ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Desa Kradinan dan kelompok tani turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Keterlibatan pemerintah desa, petani, dan mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama dalam mengidentifikasi serta mencoba alternatif pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT UNISKA Kediri memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan di tengah masyarakat sekaligus berdiskusi langsung dengan petani mengenai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi dalam kegiatan pertanian.
Baca Juga : Mahasiswa KKN UNISKA Gelar Sosialisasi Pembuatan Abon Lele dan Pemasaran Digital di Desa Samar
Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Kradinan untuk mengenal alternatif pengolahan limbah peternakan dan penggunaannya dalam kegiatan pertanian, dengan tetap memperhatikan efektivitas, keamanan, dan hasil penerapannya di lapangan.