Mahasiswa KKN UNISKA Gelar Sosialisasi Pembuatan Abon Lele dan Pemasaran Digital di Desa Samar

Mahasiswa KKN UNISKA Gelar Sosialisasi Pembuatan Abon Lele dan Pemasaran Digital di Desa Samar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan abon lele dan pemasaran digital melalui TikTok Shop di Balai Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “SIGAP Pangan” tersebut dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas anggota PKK Desa Samar serta pelaku budidaya ikan lele setempat.

Program ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan alternatif pengolahan hasil budidaya lele menjadi produk yang memiliki masa simpan lebih panjang dan nilai ekonomi lebih tinggi. Selain pengolahan produk, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pemasaran digital sebagai salah satu sarana untuk memperluas jangkauan pemasaran produk olahan masyarakat.

Koordinator Pelaksana, Abya Bahari Wafdulloh Sulkan, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer UNISKA, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dengan menggabungkan aspek pengolahan produk dan pemasaran.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan pengolahan ikan lele menjadi abon sekaligus memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media digital untuk pemasaran. Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui cara membuat produknya, tetapi juga memiliki gambaran mengenai cara memasarkannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Feby Tri Vanesa menyampaikan materi mengenai tahapan pembuatan abon lele, mulai dari pengolahan bahan hingga proses produksi. Sementara itu, Widya Ajeng Wijayanti memberikan materi mengenai pemasaran digital dan pengenalan pemanfaatan TikTok Shop sebagai salah satu kanal pemasaran produk.

Peserta mengikuti kegiatan dengan aktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, serta pemberian tanggapan terhadap produk abon lele yang diperkenalkan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNISKA turut menggandeng Eli Susanti dari Ikan Segar Minaku sebagai mitra kegiatan.

Salah satu peserta, Karyati, warga Krajan, memberikan masukan terhadap produk abon lele yang diperkenalkan.

“Abonnya sudah enak, tetapi menurut saya masih bisa ditambah sedikit gula dan garam. Kemasannya sudah bagus dan harganya juga terjangkau,” katanya.

Masukan dari peserta menjadi salah satu bahan evaluasi untuk penyempurnaan produk, baik dari sisi cita rasa maupun pengemasan.

Sekretaris Desa Samar, Paito, menyampaikan bahwa Desa Samar telah memiliki kelompok perikanan yang mengembangkan budidaya ikan lele. Namun, hasil budidaya tersebut selama ini masih lebih banyak dipasarkan dalam bentuk ikan segar.

“Kita punya satu kelompok perikanan yang telah berhasil dalam budidaya lele, tetapi penjualannya masih berupa lele mentah. Program dari mahasiswa UNISKA ini memberikan alternatif pengolahan lele menjadi abon sehingga mempunyai nilai tambah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan kepada masyarakat.

“Harapan kami, pelatihan ini tidak cukup pada pertemuan hari ini. Semoga ibu-ibu PKK dapat mengembangkan program ini sehingga abon lele dengan nama SAMARASA benar-benar dapat diproduksi di Desa Samar. Kami juga berharap mahasiswa UNISKA dapat terus memberikan pendampingan, terutama dalam aspek pemasaran,” tambahnya.

Baca Juga : KKNT UNISKA Kediri Edukasi Literasi Keuangan dan Anti-Bullying bagi Siswa di Desa Kradinan

Abya menyampaikan bahwa keterlibatan aktif peserta selama kegiatan menjadi hal positif bagi keberlanjutan program.

“Kami senang melihat ibu-ibu Desa Samar aktif bertanya dan memberikan pendapat, terutama terkait rasa dan pengembangan produk. Setelah kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mencoba membuat abon lele secara mandiri. Tim KKN juga siap mendampingi apabila masyarakat membutuhkan bantuan dalam proses pengolahan maupun pembuatan akun TikTok Shop,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISKA berharap pengolahan abon lele dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan hasil budidaya perikanan di Desa Samar. Pemanfaatan pemasaran digital juga diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam mengenalkan produk olahan lokal kepada pasar yang lebih luas secara bertahap dan berkelanjutan.

Bagikan dengan :