Blitar, 17 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Uniska Kediri yang berlokasi di Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, turut berpartisipasi dalam bazar rangkaian peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri hadir mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Galang Bareng. Kegiatan berlangsung di zona Social Quick Respon bersama sejumlah perangkat daerah Kabupaten Blitar.

Keikutsertaan mahasiswa KKN-T Uniska Kediri menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi unggulan Desa Balerejo, khususnya komoditas kopi, kepada masyarakat yang hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar. Selain menampilkan produk kopi yang telah dikembangkan BUMDesma Galang Bareng, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi kopi dripbag sebagai salah satu produk olahan kopi yang dikembangkan selama pelaksanaan KKN-T.
Desa Balerejo memiliki potensi perkebunan kopi yang cukup besar. Sebagian besar wilayah desa merupakan lahan perkebunan kopi, khususnya kopi jenis Robusta dan Excelsa. Komoditas kopi menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat, terutama bagi warga di Dusun Tlogomulyo. Potensi tersebut telah dikembangkan melalui BUMDesma Galang Bareng yang didirikan pada tahun 2018 oleh empat desa di Kecamatan Wlingi, yaitu Desa Ngadirenggo, Tegalasri, Tembalang, dan Balerejo.
BUMDesma Galang Bareng bergerak dalam pengolahan dan pemasaran kopi melalui merek Kopi Tuan Galang. Kehadiran BUMDesma menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan potensi kopi lokal sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil perkebunan masyarakat.
Melalui kegiatan bazar tersebut, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri turut membantu memperkenalkan produk kopi Desa Balerejo kepada masyarakat yang lebih luas. Selain memperkenalkan produk kopi bubuk BUMDesma Galang Bareng, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri juga menampilkan produk kopi dripbag yang dikembangkan sebagai salah satu inovasi selama pelaksanaan program KKN-T.
Kopi dripbag merupakan produk kopi siap seduh yang dikemas secara praktis sehingga dapat dinikmati tanpa membutuhkan peralatan seduh khusus. Konsep tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan penyajian kopi secara praktis namun tetap mempertahankan pengalaman menikmati kopi seduh. Dalam bazar, pengunjung dapat melihat secara langsung produk kopi yang ditampilkan mahasiswa serta memperoleh penjelasan mengenai bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga cara penyajian kopi dripbag.
Mahasiswa juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencicipi produk kopi yang disajikan. Antusiasme pengunjung terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan, mulai dari proses produksi, karakteristik kopi, pengemasan, hingga peluang pengembangan kopi dripbag sebagai produk usaha. Keikutsertaan dalam bazar tingkat Kabupaten Blitar menjadi pengalaman sekaligus ruang promosi bagi mahasiswa KKN-T Uniska Kediri. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulan Desa Balerejo kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketua Kelompok KKN-T Uniska Kediri Desa Balerejo, Muhamad Taufiq Rozaqi, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada kelompoknya untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kesempatan seperti ini sangat jarang sekali, jadi kami benar-benar merasa beruntung mendapat dukungan dari pemerintah daerah bagi UMKM desa serta dapat melakukan sinergi dengan BUMDesma Galang Bareng. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi tonggak keberlanjutan inovasi kopi dripbag sebagai salah satu penggerak tambahan sektor ekonomi desa,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti bazar tingkat kabupaten memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana sebuah produk lokal diperkenalkan kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang untuk melihat potensi pengembangan produk kopi ke depannya. Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berharap inovasi kopi dripbag yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan setelah pelaksanaan KKN-T selesai. Pengembangan produk turunan kopi diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap komoditas kopi yang dihasilkan masyarakat Desa Balerejo.
Ke depan, inovasi tersebut juga berpotensi dikembangkan bersama BUMDesma Galang Bareng maupun kelompok tani kopi setempat sebagai salah satu alternatif produk olahan yang dapat dipasarkan secara lebih luas. Melalui keikutsertaan dalam bazar ini, KKN-T Uniska Kediri tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam memperkenalkan potensi lokal dan produk unggulan Desa Balerejo.
Baca Juga : KKN-T Uniska Kediri Dorong Hilirisasi SIGAP Pangan melalui Pengolahan Tomat Menjadi Saus di Desa Kalimanis
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata peran mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi desa serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, BUMDesma, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan ekonomi berbasis potensi lokal.