Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Uniska Kediri terus mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal melalui program SIGAP Pangan yang merupakan bagian dari kolaborasi bersama Bank Indonesia. Salah satu kegiatan diwujudkan melalui sosialisasi dan praktik pengolahan tomat menjadi saus tomat (tomato ketchup) di Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kalimanis mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta yang merupakan anggota PKK Desa Kalimanis. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah hasil pertanian, khususnya tomat, menjadi produk pangan yang memiliki masa simpan lebih panjang, nilai tambah, dan potensi nilai jual yang lebih tinggi.
Program hilirisasi ini menjadi salah satu upaya KKN-T Uniska Kediri dalam membantu masyarakat mengantisipasi kondisi ketika harga tomat segar mengalami penurunan. Melalui pengolahan menjadi produk olahan, tomat tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang berpotensi mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.
Koordinator pelaksanaan KKN-T Uniska Kediri di Desa Kalimanis menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan alternatif pemanfaatan komoditas pertanian melalui pengolahan pangan berbasis potensi lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan teknik pengolahan tomat segar menjadi saus tomat yang berkualitas, aman, dan memiliki daya simpan lebih lama. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan hasil panen secara maksimal sehingga tidak ada tomat yang terbuang, terutama ketika harga jual tomat sedang rendah,” ujar Ketua dan Wakil KKN-T Uniska Kediri Desa Kalimanis.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri, Ananda Feby Astanti, menyampaikan materi mengenai bahan dan peralatan yang diperlukan serta tahapan pembuatan saus tomat secara praktis.
Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan mulai dari pemilihan buah tomat yang berkualitas, pencucian, pemotongan, penumisan, proses penghancuran menggunakan blender, penyaringan, hingga proses pemasakan kembali. Pada tahap pemasakan, tomat yang telah disaring kemudian dicampurkan dengan bumbu dan bahan pendukung hingga menghasilkan tekstur dan cita rasa saus yang sesuai.
Setelah proses pemasakan selesai, saus tomat didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam kemasan. Produk kemudian diberi label sebagai bagian dari pengenalan konsep pengemasan dan pemasaran produk olahan pangan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti praktik secara langsung dengan melibatkan perwakilan ibu-ibu PKK Desa Kalimanis. Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami proses pengolahan secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam memproduksi saus tomat secara mandiri.
Ketua PKK Desa Kalimanis, Ibu Fifi, menyampaikan bahwa Desa Kalimanis memiliki potensi pertanian tomat yang cukup besar. Namun, selama ini sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk tomat segar sehingga masyarakat sangat bergantung pada kondisi harga di pasar.
“Kami memiliki potensi hasil pertanian tomat yang cukup melimpah. Namun ketika harga jual relatif rendah, penjualan masih didominasi tomat segar. Program dari mahasiswa Uniska Kediri ini memberikan pengalaman baru bahwa tomat ternyata dapat diolah menjadi saus sendiri. Ini menjadi salah satu solusi agar hasil pertanian warga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi ibu-ibu PKK mengenai peluang pengembangan produk pangan berbasis komoditas lokal. Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan usaha masyarakat.
Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan oleh KKN-T Uniska Kediri tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan produksi secara mandiri oleh masyarakat.
“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Semoga ibu-ibu PKK dapat mengembangkan keterampilan ini sehingga saus tomat khas Desa Kalimanis benar-benar dapat diproduksi secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun sebagai usaha warga,” tambahnya.
Melalui program SIGAP Pangan, KKN-T Uniska Kediri berupaya menghadirkan pendekatan hilirisasi yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat. Pengolahan tomat menjadi saus merupakan salah satu contoh bagaimana komoditas pertanian dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.
KKN-T Uniska Kediri berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi langkah awal bagi lahirnya produk olahan tomat khas Desa Kalimanis yang memiliki daya saing dan potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Prestasi Tak Mengenal Batas, Disiplin Ahmad Muzakki Berbuah Juara
Kolaborasi melalui program SIGAP Pangan bersama Bank Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam mengembangkan inovasi pengolahan hasil pertanian, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi.