Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Uniska Kediri terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui program “Tepat Pupuk”. Salah satu bentuk kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyuluhan dan praktik penggunaan alat penebar pupuk sederhana yang ditujukan untuk membantu petani meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pemupukan.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di P4S BLEWAH (Bleber Wahyu Alam Herbal), Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah petani, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kras, serta perangkat masyarakat setempat.
Program “Tepat Pupuk” dikembangkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN-T Uniska Kediri terhadap aktivitas pertanian masyarakat Desa Bleber. Sebagai wilayah yang memiliki karakteristik agraris, kebutuhan terhadap inovasi sederhana yang mampu mendukung efisiensi kerja petani menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian mahasiswa selama pelaksanaan KKN-T.
Alat yang diperkenalkan dalam kegiatan ini merupakan alat penebar pupuk berbahan dasar pipa paralon yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Alat tersebut dirancang khusus untuk membantu penebaran pupuk berbentuk padat, sehingga petani tidak perlu lagi mengandalkan metode penebaran secara manual.
Koordinator Program “Tepat Pupuk”, Jagad Vahid, menjelaskan mengenai bahan yang digunakan dalam pembuatan alat, mekanisme kerja, serta fungsi wadah pupuk. Sementara itu, Ariel Saputra menyampaikan materi mengenai manfaat alat sekaligus cara melakukan perawatan agar alat dapat digunakan dalam jangka panjang.
Praktik penggunaan alat kemudian diperagakan secara langsung oleh Ari Widiantoro. Peserta diberikan kesempatan untuk mengamati sekaligus mencoba mekanisme kerja alat sehingga dapat memahami cara penggunaannya secara lebih praktis.
Melalui alat tersebut, proses pemupukan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, merata, dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, penggunaan alat juga ditujukan untuk mengurangi kontak langsung petani dengan pupuk serta meminimalkan risiko kelelahan akibat posisi kerja yang kurang ergonomis.
Dalam praktik lapangan tersebut, mahasiswa dan petani mencoba menggunakan alat penebar pupuk secara langsung pada tanaman jagung. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi petani untuk melihat dan menilai manfaat alat berdasarkan kondisi nyata di lahan.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa alat dapat membantu proses penebaran pupuk menjadi lebih cepat dan merata dibandingkan metode manual. Praktik tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memperoleh masukan langsung dari petani terkait kelebihan maupun bagian yang masih perlu dikembangkan dari alat yang telah dibuat.
Salah seorang petani Desa Bleber, Supriyadi, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa.
“Alhamdulillah alat ini sangat efisien dan membantu meringankan serta mempercepat kegiatan memupuk dibandingkan dengan cara manual,” ujarnya.
Menurut peserta, alat penebar pupuk sederhana tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu masukan yang diberikan adalah penambahan garis penanda takaran pada alat agar jumlah pupuk yang dikeluarkan dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Apresiasi juga disampaikan oleh Dendi, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kras. Ia menilai kegiatan KKN-T Uniska Kediri di Desa Bleber tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Kami dari PPL Kecamatan Kras memberikan apresiasi atas pelaksanaan program KKN-T di Desa Bleber. Mahasiswa Uniska Kediri telah cukup baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu berbaur secara positif. Harapan kami, setelah kembali ke kampus, para mahasiswa dapat terus aktif di lingkungan sosial sehingga tidak mengalami kesulitan beradaptasi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Perwakilan Pemerintah Desa Bleber turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Alat penebar pupuk tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari program KKN-T, tetapi dapat terus disempurnakan menjadi teknologi tepat guna yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KKN-T Uniska Kediri, program “Tepat Pupuk” menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan sekaligus pembelajaran langsung dari masyarakat. Interaksi dengan petani memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa inovasi pertanian tidak selalu harus menggunakan teknologi yang kompleks. Teknologi sederhana yang dirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan justru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan petani dalam proses uji coba juga menjadi bagian penting dalam pengembangan alat. Berbagai masukan yang diberikan selama praktik lapangan menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk menyempurnakan desain alat agar lebih praktis, akurat, nyaman digunakan, dan dapat menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis tanaman.
Tim pelaksana berharap program “Tepat Pupuk” dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan lebih banyak inovasi sederhana yang aplikatif bagi masyarakat Desa Bleber. Melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, KKN-T Uniska Kediri tidak hanya membawa gagasan dari kampus ke desa, tetapi juga belajar dari pengalaman dan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan solusi yang lebih tepat guna.
Baca Juga : KKN-T Uniska Kediri Bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Gelar Program PREMAN di Desa Purwodadi
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat KKN-T Uniska Kediri sebagai wadah pembelajaran mahasiswa di tengah masyarakat. Dengan memadukan inovasi, praktik lapangan, dan kolaborasi bersama petani, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata, sederhana, dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya.

