Upaya menciptakan lingkungan yang aman sekaligus membangun ruang pergaulan yang positif bagi generasi muda terus dilakukan di Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Melalui program PREMAN (Pembinaan Remaja Aman dan Nyaman), Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pemerintah Desa Purwodadi, dan mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berkolaborasi memberikan pembinaan kepada para remaja melalui kegiatan bertajuk “Pembicaraan Remaja dan Nongkrong Aman”.

Kegiatan tersebut menyasar para remaja Desa Purwodadi. Mengusung konsep diskusi santai dan komunikatif, kegiatan ini menjadi ruang bagi remaja untuk berdialog mengenai kehidupan sehari-hari, pergaulan, keamanan lingkungan, serta berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.
Hadir sebagai narasumber, Bhabinkamtibmas Desa Purwodadi Polsek Ringinrejo AIPDA Endro Erwanto, S.H., dan Babinsa Desa Purwodadi Kecamatan Ringinrejo KOPKA Eko Setyawan. Keduanya memberikan pemahaman kepada para remaja mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, membangun pergaulan yang sehat, serta menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja.
Dalam suasana yang santai, para peserta diajak melihat aktivitas nongkrong dari sudut pandang yang lebih positif. Nongkrong tidak selalu identik dengan kegiatan negatif. Jika dilakukan di lingkungan yang tepat dan dengan aktivitas yang positif, kegiatan berkumpul dapat menjadi ruang untuk mempererat persahabatan, bertukar gagasan, membangun komunikasi, hingga menghasilkan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Bhabinkamtibmas Desa Purwodadi AIPDA Endro Erwanto, S.H., mengajak para remaja untuk turut mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, generasi muda bukan hanya menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan pembinaan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk ikut menciptakan suasana desa yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Babinsa Desa Purwodadi KOPKA Eko Setyawan mendorong para remaja agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu memilih pergaulan yang memberikan dampak positif. Menurutnya, pembinaan terhadap generasi muda penting dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi dan edukasi, bukan hanya ketika muncul persoalan.
Pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta membicarakan berbagai hal yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan tidak berlangsung secara satu arah, tetapi menjadi komunikasi dua arah antara remaja dan para pendamping.
Sinergi tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Purwodadi. Kepala Desa Purwodadi, H. Komari, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang melibatkan berbagai unsur dalam memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda.
Menurutnya, remaja merupakan bagian penting dari pembangunan desa sehingga membutuhkan ruang yang positif untuk berkembang. Keterlibatan pemerintah desa, aparat keamanan, masyarakat, lembaga pendidikan, serta mahasiswa diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang aktif dan bertanggung jawab.
“Harapannya, remaja Desa Purwodadi dapat menjadi generasi yang aktif, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjaga nama baik desa,” ujarnya.
Bagi mahasiswa KKN-T Uniska Kediri, program PREMAN menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjalankan pengabdian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan bagi remaja, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan aparat kewilayahan agar pembinaan dapat berjalan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Remaja sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, sementara pemerintah desa, aparat keamanan, dan unsur pendidikan dapat menjadi pendamping yang memberikan arahan serta ruang bagi mereka untuk berkembang.
Melalui program PREMAN (Pembinaan Remaja Aman dan Nyaman), kegiatan “Pembicaraan Remaja dan Nongkrong Aman” diharapkan menjadi awal terbentuknya komunikasi yang berkelanjutan antara generasi muda, pemerintah desa, dan unsur keamanan di Desa Purwodadi.
Semangat tersebut dirangkum dalam jargon “Remaja Desa, Saling Jaga, Saling Bina, Purwodadi Bisa.” Jargon ini menjadi pesan bahwa menciptakan desa yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk generasi muda.
Baca Juga : SIGAP PANGAN Dorong Hilirisasi Ikan Lele melalui Inovasi Nugget “Lelicious” di Desa Purwodadi
Dengan saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling membina, para remaja diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi sekaligus penggerak berbagai kegiatan positif di Desa Purwodadi. Melalui sinergi Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pemerintah Desa Purwodadi, dan KKN-T Uniska Kediri, program PREMAN diharapkan dapat menghadirkan pola pembinaan remaja yang lebih dekat, komunikatif, dan sesuai dengan kehidupan generasi muda.

