Latihan Sejak Subuh, Fia Maliha Mahasiswa Uniska Kediri Raih Juara Wushu

Latihan Sejak Subuh, Fia Maliha Mahasiswa Uniska Kediri Raih Juara Wushu

Fia Maliha, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, meraih juara pertama kategori wushu sanda kelas 60 kilogram senior putri dalam ajang Kejuaraan Provinsi Jawa Timur dan Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Kediri Tahun 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di GOR Joyoboyo, Kota Kediri.

Tampil mewakili Kota Kediri, mahasiswa semester tiga ini menunjukkan bahwa kesibukan perkuliahan dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di bidang olahraga. Ajang yang diikutinya mempertemukan 1.306 atlet dari seluruh Indonesia dalam berbagai kategori pertandingan.

Di balik keberhasilannya, Fia menjalani persiapan panjang dengan jadwal latihan yang ketat. Sejak berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, ia terus berlatih mengikuti program pelatih. Enam hari dalam sepekan diisinya dengan latihan, ditambah sesi lari pagi setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Bagi Fia, persiapan menuju pertandingan juga melibatkan ketekunan beribadah. Keduanya menjadi bagian dari usahanya menjaga kesiapan diri untuk tampil maksimal.

“Perjalanan saya untuk meraih juara ini yaitu saya terus beribadah dengan tekun dan berlatih enam kali dalam satu minggu,” ungkapnya.

Disiplin tersebut turut membentuk kesehariannya sebagai mahasiswa. Ketika jadwal latihan tambahan bertepatan dengan kuliah pagi, Fia harus bangun sekitar pukul 04.00 untuk menjalani latihan lari. Setelah selesai, ia langsung bersiap menuju kampus.

Adapun ketika harus mengikuti pertandingan, Fia mengajukan surat izin kepada dosen pengampu mata kuliah. Langkah itu dilakukannya untuk tetap menjaga komunikasi terkait kewajiban akademiknya.

Perjuangan Fia di arena pertandingan bukan tanpa kekhawatiran. Ia mengaku sempat takut cedera yang pernah dialaminya kembali kambuh saat bertanding. Namun, kekhawatiran tersebut tidak menjadi kenyataan sehingga ia dapat menuntaskan penampilannya dan meraih juara.

“Rasanya senang dan lega kalau menang dengan hasil main yang terbaik,” tuturnya.

Fia mulai menekuni wushu pada 2023, setelah Porprov tahun tersebut berakhir. Sejak itu, ia terus mengembangkan kemampuan hingga mencatatkan sejumlah prestasi. Sebelum kemenangan ini, Fia telah meraih medali perak pada Porprov IX Jawa Timur 2025 serta medali emas dalam kejuaraan provinsi yang berlangsung di Surabaya pada tahun yang sama.

Dalam perjalanan prestasinya, Fia turut merasakan dukungan dari lingkungan kampus. Ia menyebut adanya ukungan dari Uniska Kediri serta semangat yang terus diberikan teman-teman sekelas menjelang pertandingan.

Kini, Fia membidik pencapaian berikutnya. Ia berharap dapat meraih medali emas pada Porprov 2027 dan memperoleh kesempatan untuk berlaga di tingkat yang lebih tinggi.

Baca juga : Uniska Kediri Gelar Seleksi Wawancara Calon Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026

Kepada mahasiswa Uniska Kediri, Fia mengajak teman-temannya lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Menurutnya, keberanian mencoba dan konsistensi menjadi bekal penting untuk meraih prestasi.

“Prestasi tidak hanya bisa didapatkan di bidang akademik saja. Selagi mau mencoba dan konsisten, kalian akan bisa mendapatkannya,” pesannya.

Bagikan dengan :