Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa, khususnya di bidang olahraga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian lapangan petanque pada Sabtu, 31 Oktober 2026, yang sekaligus menjadi fasilitas baru untuk mendukung aktivitas olahraga dan pembinaan atlet di lingkungan kampus.

Kegiatan peresmian dihadiri langsung oleh Rektor UNISKA Kediri, Prof. Bambang Yulianto, M.Pd., beserta jajaran wakil rektor, Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP), D. Rinto Harno, S.Mn., M.M., Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Kediri, Abdian Asgi Sukmana, serta Ketua FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes.
Dalam sambutannya, Rektor UNISKA Kediri, Prof. Bambang Yulianto, M.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan lapangan petanque merupakan salah satu bentuk komitmen universitas dalam menyediakan fasilitas yang dapat menunjang pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan lapangan petanque harus benar-benar dimanfaatkan secara optimal, bukan sekadar menjadi fasilitas tambahan yang tidak digunakan.
Rektor juga berharap fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa UNISKA Kediri, tetapi juga dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa maupun komunitas olahraga dari perguruan tinggi lain untuk berlatih dan mengembangkan olahraga petanque.
“Fasilitas ini dibangun untuk dimanfaatkan bersama. Jangan sampai sudah tersedia lapangan, tetapi justru tidak digunakan. Saya berharap mahasiswa, khususnya UKM olahraga, dapat memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin. Bahkan, kami terbuka apabila ada perguruan tinggi lain yang ingin datang dan berlatih bersama di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan lapangan petanque dapat menjadi langkah awal dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kota Kediri yang mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan olahraga melalui penyediaan fasilitas, pembinaan, dan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya.
Sementara itu, Ketua YBCMP, Dr. Rinto Harno, S.Mn., M.M., menyampaikan bahwa petanque merupakan salah satu cabang olahraga yang relatif baru dan memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam olahraga tersebut.
Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas olahraga ini secara maksimal. Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan aktivitas fisik agar kesehatan dan kebugaran jasmani tetap terjaga.
Selain itu, pihak yayasan juga memiliki komitmen untuk terus mengembangkan fasilitas olahraga di lingkungan UNISKA Kediri. Ke depan, pengembangan lapangan tambahan dengan standar nasional menjadi salah satu rencana yang diharapkan dapat semakin menunjang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas yang telah dibangun tidak hanya menjadi sarana seremonial, tetapi benar-benar diikuti dengan kegiatan latihan dan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kita berharap lapangan ini benar-benar hidup dengan berbagai aktivitas latihan. Jangan sampai setelah diresmikan justru tidak ada kegiatan. Manfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin agar ke depan dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada UNISKA Kediri atas inisiatif dan keterbukaannya dalam mendukung pengembangan olahraga petanque melalui penyediaan fasilitas latihan di lingkungan perguruan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa petanque merupakan cabang olahraga yang telah dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) dan memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi.

Menurutnya, Jawa Timur telah menunjukkan capaian yang membanggakan dalam olahraga petanque. Pada penyelenggaraan PON di Aceh, Jawa Timur berhasil meraih predikat juara umum. Selain itu, pada Kejuaraan Nasional tahun sebelumnya, kontingen Jawa Timur juga berhasil memborong lima medali emas.
Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi motivasi bagi generasi muda, termasuk mahasiswa UNISKA Kediri, untuk mulai mempersiapkan diri dan mengembangkan kemampuan dalam olahraga petanque.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan petanque di UNISKA Kediri, FOPI Jawa Timur juga menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pembinaan melalui pengiriman pelatih profesional. Tidak hanya itu, ke depan juga terbuka peluang penyelenggaraan latihan gabungan dengan berbagai lembaga dan komunitas petanque di Jawa Timur.
Ia berharap fasilitas yang telah disediakan UNISKA Kediri dapat menjadi awal yang baik bagi lahirnya atlet-atlet petanque potensial yang mampu mengharumkan nama universitas, Kota Kediri, hingga Jawa Timur di berbagai kejuaraan.
Rangkaian kegiatan peresmian ditandai dengan pembukaan papan nama lapangan petanque dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas tersedianya fasilitas olahraga baru di lingkungan UNISKA Kediri.
Baca Juga : Bukan Sekadar Mengantar Anak Wisuda, Ayah Ini Justru Raih Gelar Sarjana Bersama Putrinya di Uniska Kediri
Melalui kehadiran lapangan petanque ini, UNISKA Kediri berharap dapat semakin memperkuat ekosistem olahraga kampus, mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan minat dan bakat, serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.