Momen wisuda biasanya menjadi saat ketika orang tua duduk di antara tamu undangan untuk menyaksikan keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan tinggi. Namun, pemandangan berbeda terlihat dalam Wisuda Program Sarjana ke-XLVII dan Magister ke-XXXVIII Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, Sabtu (31/10/2026) di Uniska Center. Seorang ayah dan putrinya justru berdiri bersama sebagai wisudawan, setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Hukum pada waktu yang bersamaan, dan mendapatkan penghargaan dari Rektor Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri.

Keduanya adalah Ahmad Sucianto dan putrinya, Astrida Dyah Elena, dari Program Studi S1 Ilmu Hukum. Ayah dan anak ini menjalani bangku perkuliahan bersama hingga akhirnya sama-sama mengenakan toga dan mengikuti prosesi wisuda di hadapan keluarga serta seluruh tamu undangan.
Bagi Ahmad Sucianto, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Ia mengaku bangga dan bersyukur dapat menjalani perjalanan pendidikan bersama putrinya, mulai dari mengikuti perkuliahan hingga akhirnya meraih gelar sarjana dalam satu momentum wisuda.
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan Astrida Dyah Elena. Baginya, wisuda kali ini menghadirkan pengalaman yang tidak biasa dan begitu berkesan. Jika selama ini orang tua umumnya hadir sebagai tamu undangan untuk mendampingi anaknya diwisuda, kali ini ia justru menjalani prosesi wisuda bersama sang ayah.
Momen tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi keduanya. Tidak hanya berbagi kebahagiaan sebagai keluarga, ayah dan anak ini juga berbagi pengalaman sebagai teman seperjuangan di bangku perkuliahan.
Melalui pengalaman tersebut, Ahmad Sucianto ingin menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam mengejar pendidikan. Menurutnya, semangat untuk belajar harus terus dijaga karena kesempatan menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia.
“Saya saja yang sudah berusia masih mampu kuliah, bahkan bisa diwisuda bersama anak saya. Karena belajar memang tidak mengenal batas usia,” ungkap Ahmad.
Ia juga memberikan semangat kepada para ayah yang masih memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar tidak ragu mengambil kesempatan tersebut.
“Untuk para ayah di luar sana yang ingin berkuliah, langsung saja daftar di UNISKA Kediri,” pesannya.
Sementara itu, Astrida berpesan kepada seluruh rekan wisudawan agar ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap seluruh wisudawan dapat meraih kesuksesan bersama dan mengamalkan pengetahuan yang telah dipelajari.

Keduanya turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UNISKA Kediri yang telah membantu dan mendukung perjalanan pendidikan mereka hingga berhasil menyelesaikan perkuliahan.
Baca Juga : Wisuda UNISKA 2026, Prof. Mohammad Nuh Dorong Transformasi Menuju Kampus Unggul
Kisah Ahmad Sucianto dan Astrida Dyah Elena menjadi potret bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak mengenal batas usia maupun generasi. Wisuda kali ini bukan hanya menjadi penanda keberhasilan seorang anak menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi momen ketika seorang ayah dan putrinya berhasil mewujudkan cita-cita bersama, berdiri berdampingan sebagai dua sarjana dalam satu keluarga.