Technofest 2026: Mahasiswa Uniska Kediri Didorong Manfaatkan AI untuk Inovasi

Technofest 2026: Mahasiswa Uniska Kediri Didorong Manfaatkan AI untuk Inovasi

Fakultas Teknik Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri mendorong mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara lebih kritis, kreatif, dan produktif. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Seminar Teknik yang digelar dalam rangkaian Technofest Fakultas Teknik 2026 di Aula E Uniska Kediri, Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik Uniska Kediri dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas perkembangan AI, peluang penerapannya di berbagai bidang, serta tantangan yang perlu diantisipasi oleh generasi muda.

Dekan Fakultas Teknik Uniska Kediri, Dr. Riska Nurdianto Sarbini, menyampaikan bahwa perkembangan AI saat ini telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, industri, dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat apabila digunakan secara tepat, terutama dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta mendukung lahirnya inovasi baru.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kemudahan teknologi tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan semangat belajar dan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa perlu menempatkan AI sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti proses berpikir, analisis, dan kreativitas.

“Perkembangan AI harus disikapi secara bijak. Mahasiswa perlu mampu memanfaatkan teknologi ini untuk memperkuat kemampuan diri, bukan justru bergantung sepenuhnya pada kemudahan yang ditawarkan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, salah satu pemateri, Dr. Risky Aswi Ramadhani, menjelaskan bahwa AI memiliki potensi besar dalam membantu aktivitas manusia. Di berbagai sektor, teknologi ini dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mulai dari bidang pertanian, transportasi, hingga energi terbarukan.

Ia mencontohkan, AI dapat digunakan untuk membantu penyortiran hasil pertanian, mendeteksi pelanggaran lalu lintas melalui pengenalan pelat nomor kendaraan, hingga memantau tingkat kebersihan panel surya pada sebuah gedung. Penerapan tersebut menunjukkan bahwa AI bukan hanya menjadi tren teknologi, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

Meski begitu, Dr. Risky menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kemampuan kognitif. Penggunaan AI yang berlebihan dalam menyelesaikan tugas akademik dikhawatirkan dapat menurunkan daya nalar, ketekunan belajar, dan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara mandiri.

Pemateri lainnya, Samsudin, turut mendorong mahasiswa untuk bersahabat dengan perkembangan zaman. Menurutnya, AI membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi dan peluang kerja baru. Mahasiswa tidak hanya perlu menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta solusi berbasis teknologi.

Ia menambahkan, kekhawatiran terhadap hilangnya sejumlah pekerjaan akibat otomasi perlu direspons dengan peningkatan kompetensi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan mahasiswa adalah menjadi digitalpreneur dengan memanfaatkan AI sebagai pendukung ide bisnis dan inovasi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Uniska Kediri berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak cepat. Seminar ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa agar mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab, etis, dan produktif untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Baca Juga : Dosen Uniska Kediri Borong Pendanaan Riset Strategis Kemdiktisaintek 2026

Dengan terselenggaranya Seminar Teknik dalam rangkaian Technofest Fakultas Teknik 2026, Uniska Kediri menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai akademik dan etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.

Bagikan dengan :