Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali mencatatkan capaian membanggakan di bidang riset dan pengembangan. Sejumlah dosen Uniska Kediri berhasil lolos sebagai penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Uniska Kediri dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan hilirisasi ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat. Rektor beserta segenap civitas academica Universitas Islam Kadiri Kediri menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen penerima pendanaan tersebut.

Pada skema Penelitian Dosen Pemula Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, lima dosen Uniska Kediri berhasil memperoleh pendanaan. Mereka adalah Imam Habibi, S.P., M.Sc. dari Program Studi Agroteknologi dengan judul riset “Sistem Budidaya Tanaman Jagung Terpadu dan Bioremediasi Lahan Hutan Masyarakat”; Heru Setyadi, S.P., M.Sc. dari Program Studi Agribisnis dengan judul “Repositioning dan Remodeling Kawasan Agropolitan melalui Sistem Manajemen Agribisnis Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kabupaten Kediri”; serta A. Anas Haikal, S.Si., M.MT. dari Program Studi Teknik Industri dengan judul “Pengembangan Model Umur Simpan Tomat Berbasis Data Fisik dengan Pendekatan Learn untuk Reduksi Food Loss Pascapanen.”
Selain itu, pendanaan pada skema yang sama juga diraih oleh Dr. Endang Sapta Hari Sosiawati, S.Pt., M.P. dari Program Studi Peternakan melalui riset “Analisis Ketersediaan Susu Segar Peternakan Sapi Perah Kota Kediri sebagai Pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)” serta Kristanti Yuntoro Putri, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan judul “Pengaruh Model Mitra Latih Berbicara Artificial Intelligence terhadap Kelancaran Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa.”
Prestasi UNISKA Kediri juga berlanjut pada skema Penelitian Fundamental–Reguler Kemdiktisaintek Tahun 2026. Dua dosen berhasil lolos dalam skema ini, yakni Dr. Efi Rokana, S.Pt., M.P. dari Program Studi Peternakan dan Dr. Ahmad Idris, S.E., M.M. dari Program Studi Manajemen.
Dr. Efi Rokana, S.Pt., M.P. mengusulkan penelitian berjudul “Inovasi Nanopartikel Kitosan Kombinasi Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Biji Durian (Durio zibethinus) sebagai Natural Immunostimulan Anti-PMK di Indonesia.” Riset ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan inovasi di bidang peternakan, khususnya dalam penguatan kesehatan ternak melalui pendekatan berbasis bahan alami dan teknologi nanopartikel.
Sementara itu, Dr. Ahmad Idris, S.E., M.M. memperoleh pendanaan melalui riset berjudul “Kinerja Berkelanjutan UMKM Disabilitas dengan Inklusi Keuangan Digital sebagai Perantara Transformasi Digital dan Literasi Keuangan.” Penelitian ini menegaskan perhatian UNISKA Kediri terhadap penguatan ekonomi inklusif, transformasi digital, serta pemberdayaan UMKM kelompok disabilitas.
Tak hanya pada skema penelitian, Uniska Kediri juga berhasil mencatatkan capaian pada Skema Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026. Dr. Efi Rokana, S.Pt., M.P. kembali berhasil memperoleh pendanaan melalui proposal berjudul “Peningkatan Produktivitas Ternak Domba Berbasis Nanoenkapsulasi Chicory–Asparagopsis Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan melalui Pendekatan Metagenomics.”
Menurut Dr. Efi Rokana, program hilirisasi riset memiliki penekanan yang lebih kuat pada peluang komersialisasi hasil penelitian. Ia menjelaskan bahwa riset yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada luaran akademik, tetapi juga harus memiliki potensi untuk diterapkan, dikembangkan bersama mitra, dan memberikan nilai manfaat yang lebih luas.
“Untuk program hiliriset, penekanannya adalah bahwa riset harus berpeluang untuk dikomersialisasikan dengan menggandeng mitra, termasuk adanya kontribusi pendanaan dari mitra,” ungkap Dr. Efi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah proposal hibah tidak terlepas dari kesesuaian tema riset dengan misi strategis pemerintah, kedalaman substansi, kejelasan luaran, serta kepatuhan terhadap pedoman yang telah ditetapkan. Tema-tema riset yang selaras dengan isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan, ekonomi hijau, pengembangan teknologi, dan kebermanfaatan masyarakat, memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam skema pendanaan kompetitif.
Dr. Efi juga memberikan motivasi kepada dosen-dosen lain agar terus membangun kebiasaan menulis proposal dan aktif mengikuti peluang pendanaan setiap tahun. Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas proposal.
“Manfaatkan kesempatan dengan selalu membuat dan mengunggah proposal setiap tahun saat call proposal BIMA dibuka, baik riset maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, dosen akan semakin terbiasa menulis sesuai panduan yang berlaku, sehingga proposal semakin baik dan berpeluang besar untuk lolos didanai,” pesannya.
Capaian para dosen Uniska Kediri dalam pendanaan riset dan hilirisasi tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas academica untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca Juga : FKIP Festival 2026 Uniska Kediri: Wadah Pengembangan Potensi, Prestasi, dan Kepercayaan Diri Peserta
Universitas Islam Kadiri Kediri berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan riset dosen, baik pada skema penelitian dasar, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, maupun hilirisasi hasil riset. Melalui capaian ini, Uniska Kediri semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi berkelanjutan.
Selamat dan sukses kepada seluruh dosen Uniska Kediri penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun 2026. Semoga amanah ini membawa keberkahan, kemanfaatan, dan kemajuan bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia.