Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri terus berupaya meningkatkan tata kelola administrasi yang modern dan adaptif terus diwujudkan melalui pengembangan kompetensi tenaga kependidikan. Salah satunya ditunjukkan oleh Nurul Sa’diyah, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha dan Kearsipan Uniska Kediri, yang mengikuti program Tendik Berdampak 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Harris Surabaya pada 6–10 April 2026, dengan fokus pada penguatan kapasitas tenaga kependidikan di bidang kearsipan yang berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya pengenalan AI dalam kearsipan, restorasi arsip, pemberkasan arsip, hingga pengolahan arsip digital. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan sejarah universitas dalam bentuk digital melalui museum arsip, sebagai upaya pelestarian memori institusi secara modern.
Salah satu sesi yang paling berkesan disampaikan oleh perwakilan dari Arsip Nasional Republik Indonesia, yang membahas kebijakan transformasi digital dalam pengelolaan arsip berbasis AI. Materi ini menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam menjaga efektivitas dan efisiensi pengelolaan arsip. Selain itu, pemaparan dari akademisi Universitas Airlangga turut memperkaya wawasan peserta terkait praktik kearsipan modern di perguruan tinggi.
Nurul Sa’diyah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI dalam pengelolaan arsip. Menurutnya, kearsipan memiliki peran strategis yang tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga sebagai bagian penting dalam mendukung tata kelola institusi yang baik.
“Melalui kegiatan ini, saya semakin memahami bahwa pengelolaan arsip harus terus mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi, khususnya AI, dapat membantu proses kearsipan menjadi lebih efisien, efektif, dan terintegrasi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga kependidikan di lingkungan Uniska Kediri untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menghadapi era digital.
“Arsip akan selalu mengikuti perkembangan zaman. Dengan penataan arsip yang baik, kita dapat menciptakan kampus yang sehat, unggul, dan terdepan. Mari bersama-sama berkolaborasi serta memanfaatkan teknologi digital dan AI dalam pengelolaan arsip, baik arsip aktif maupun inaktif,” pesannya.
Partisipasi dalam program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pengelolaan arsip di Uniska Kediri menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing di era digital.

