Menjaga pesisir tidak cukup dilakukan melalui satu aksi seremonial. Kelestarian pantai membutuhkan kesadaran yang dibangun bersama, tindakan nyata, serta komitmen untuk merawat lingkungan secara berkelanjutan. Semangat itulah yang dibawa Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UNISKA Kediri melalui rangkaian kegiatan lingkungan di Pantai Cengkrong pada 27–28 Juni 2026.

Selama dua hari, para peserta mengikuti tiga agenda yang dirancang sebagai satu kesatuan, yaitu sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan, penanaman mangrove, dan aksi bersih pantai. Setiap kegiatan tidak hanya berorientasi pada aktivitas lapangan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 13.00 WIB melalui sosialisasi bertajuk “Lestari Segara, Raharja Sesama.” Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk menanamkan pemahaman bahwa kondisi laut dan pesisir sangat dipengaruhi oleh cara masyarakat memperlakukan sampah sejak dari sumbernya.
Melalui tema tersebut, peserta diajak melihat persoalan sampah bukan sekadar sebagai masalah kebersihan, tetapi sebagai persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir. Laut yang terjaga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Kesadaran yang dibangun melalui sosialisasi kemudian diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Pada sore hari, pukul 15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove yang mengusung semangat “Memayu Hayuning Bawana.”
Filosofi Jawa tersebut mengandung pesan tentang tanggung jawab manusia dalam menjaga, memperbaiki, dan memperindah kehidupan di alam semesta. Nilai itu diwujudkan melalui penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan pesisir.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai. Keberadaannya membantu melindungi pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, serta mendukung keberlanjutan ekosistem laut. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya menanam bibit, tetapi juga menanam harapan agar kawasan pesisir tetap terjaga bagi generasi berikutnya.
Semangat kepedulian tersebut berlanjut pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 07.00 WIB. Rangkaian kegiatan ditutup melalui aksi bersih pantai bertema “Tulodho Marang Donyo”, yang bermakna menjadi teladan bagi dunia.
Aksi bersih pantai menjadi bentuk sederhana tetapi nyata dalam menjaga lingkungan. Sampah yang dikumpulkan di sepanjang kawasan pantai memperlihatkan bahwa persoalan pencemaran membutuhkan keterlibatan langsung dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ketiga agenda tersebut dirancang sebagai alur pengabdian yang saling melengkapi. Sosialisasi menjadi ruang untuk membangun kesadaran, penanaman mangrove menjadi bentuk pemulihan lingkungan, sedangkan aksi bersih pantai menjadi wujud keteladanan dalam menjaga kebersihan pesisir.
Baca Juga : UNISKA Sports Week with DBL Academy Resmi Ditutup, Para Juara 3X3 dan 1on1 Diumumkan
Melalui kegiatan ini, GenBI UNISKA Kediri berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pelaksanaan acara. Rangkaian kegiatan di Pantai Cengkrong diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan baik, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir.
Semangat “Memayu Hayuning Bawana” akhirnya tidak hanya hadir sebagai tema, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata: memahami persoalan lingkungan, merawat alam, dan memberi teladan bagi sesama.

