Di Uniska Kediri, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Pangan sebagai Kehormatan Bangsa

Di Uniska Kediri, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Pangan sebagai Kehormatan Bangsa

Pangan menyangkut lebih dari kebutuhan makan sehari-hari. Di dalamnya terdapat kedaulatan, kehormatan, dan daya saing sebuah bangsa. Pesan tersebut menjadi penekanan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dalam kuliah tamu di Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, Kamis (10/9/2026).

Berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung E, kegiatan bertema “Uniska Kampus Berdampak: Siap Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional” tersebut diikuti dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dan tamu undangan. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan tokoh agama dalam pembahasan mengenai pangan dan kesejahteraan rakyat.

Selain Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP) KH Anwar Iskandar, kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Kediri, meliputi Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, serta unsur TNI, kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan negeri. Undangan turut ditujukan kepada pimpinan Universitas Negeri Surabaya, UIN Syekh Wasil Kediri, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Kadiri, dan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, beserta pengurus YBCMP dan jajaran pimpinan Uniska Kediri.

Rangkaian sambutan diawali oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn. Ia menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Kediri terhadap kegiatan perguruan tinggi yang memberi ruang bagi pengembangan gagasan dan kontribusi untuk masyarakat.

Vinanda menegaskan bahwa pemerintah daerah senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Keterbukaan tersebut menjadi kesempatan bagi kampus untuk menghubungkan pengetahuan, penelitian, dan pengabdian dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurutnya, kegiatan perguruan tinggi seperti yang diselenggarakan Uniska Kediri perlu mendapat dukungan. Melalui kolaborasi, pemerintah daerah dan kampus dapat saling menguatkan dalam merespons persoalan masyarakat, termasuk ketahanan pangan dan kesejahteraan.

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Umum YBCMP, KH Anwar Iskandar. Pimpinan yayasan yang menaungi Uniska Kediri tersebut menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan hidup manusia. Kesejahteraan, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan.

KH Anwar Iskandar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengingatkan bahwa perhatian terhadap pangan memiliki landasan dalam ajaran agama. Ia merujuk Surah Quraisy ayat 4 yang memuat pesan tentang pemberian makanan untuk menghilangkan lapar serta perlindungan dari rasa takut.

Pesan ayat tersebut ia kaitkan dengan tanggung jawab negara dalam memperhatikan kebutuhan makan dan keamanan rakyat. Terpenuhinya kedua kebutuhan itu menjadi dasar penting bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang tenteram dan membangun kesejahteraan.

Selain menyoroti pangan, KH Anwar Iskandar menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Ia mengingatkan bahwa korupsi merusak negara dan menghambat upaya memenuhi kepentingan rakyat. Karena itu, perjuangan mewujudkan kesejahteraan perlu disertai kesungguhan menjaga integritas dan memberantas praktik korupsi.

Memasuki sesi kuliah tamu, Zulkifli Hasan mengajak peserta memahami pangan dalam cakupan yang lebih luas. Ia menempatkan makanan sebagai bagian dari cara melihat kondisi dan kekuatan suatu bangsa.

“Suatu bangsa dilihat dari apa yang ia makan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan bahwa persoalan makan memiliki dampak yang melampaui nasi di piring. Pangan berkaitan dengan kedaulatan, kehormatan, dan daya saing. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan swasembada sebagai bagian penting dalam menjaga kemampuan bangsa menentukan masa depannya.

“Swasembada adalah kedaulatan, kedaulatan adalah kehormatan,” tegasnya.

Kehormatan tersebut, menurutnya, menyangkut seluruh rakyat Indonesia, termasuk petani, nelayan, dan keluarga yang kehidupannya tidak terpisahkan dari pangan. Dengan demikian, swasembada memiliki arti yang dekat dengan keseharian masyarakat sekaligus menentukan posisi bangsa.

Zulkifli Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada Uniska Kediri. Penyelenggaraan kuliah tamu ini membuka ruang bagi lingkungan akademik untuk membahas persoalan pangan bersama pemerintah. Di lingkungan kampus, agenda ketahanan pangan menjadi bahan pemikiran bersama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Selain membahas pangan, ia membagikan dua bekal penting untuk meraih keberhasilan, yakni keberanian untuk maju serta kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Keberanian menjadi dorongan untuk mengambil langkah dan menghadapi tantangan. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis membantu seseorang memahami persoalan dengan lebih jernih sebelum menentukan penyelesaian. Kedua bekal tersebut melengkapi pesan tentang pentingnya kemauan bergerak dan kemampuan menjawab persoalan.

Baca Juga : Menutup Pengabdian, Merayakan Inovasi: KKN-T dan INOTEK Uniska Kediri 2026

Melalui forum ini, Uniska Kediri mempertemukan berbagi gagasan mengenai pangan. Pertemuan gagasan tersebut menguatkan pesan bahwa ketahanan pangan merupakan kepentingan bersama, menyangkut keberlangsungan hidup, kesejahteraan rakyat, dan kehormatan bangsa.

Bagikan dengan :