Kediri – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri Kelurahan Tempurejo Tahun 2026 menggelar sosialisasi hilirisasi pangan, literasi keuangan, serta pendampingan pembuatan QRIS gratis di Balai RW Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung pengembangan pelaku UMKM agar semakin inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan dihadiri Kepala Kelurahan Tempurejo Sri Handayani, S.Sos., ketua RT dan RW, pelaku UMKM, Komunitas Bakul Tempe, pelaku usaha di kawasan Wisata Sumber Banteng, serta masyarakat setempat.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Materi pertama disampaikan oleh Nastiti Winahyu, S.E., M.Si., dosen Fakultas Pertanian Uniska Kediri, mengenai hilirisasi pangan berbasis potensi lokal Kelurahan Tempurejo.
Dalam pemaparannya, Nastiti menjelaskan bahwa hilirisasi pangan merupakan proses mengolah dan mengembangkan hasil pertanian menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi sehingga memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan kepada konsumen. Hilirisasi tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk, tetapi juga membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan daya saing UMKM.
Masyarakat juga diajak melihat berbagai potensi lokal yang dimiliki Kelurahan Tempurejo, mulai dari komoditas padi, tebu, dan jagung hingga produk unggulan seperti tempe dan bandeng presto. Berbagai potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, kemasan yang lebih menarik, serta pemasaran berbasis digital.
Selain itu, keberadaan Wisata Sumber Banteng juga menjadi peluang untuk mengembangkan wisata kuliner berbasis produk lokal. Sinergi antara petani, pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Materi berikutnya disampaikan oleh Priya Cahya dari Bank BCA mengenai pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha. Peserta diberikan pemahaman mengenai perencanaan keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menyiapkan dana darurat, hingga mengenal berbagai instrumen pengelolaan keuangan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi UMKM, Bank BCA turut memberikan pendampingan pembuatan QRIS secara gratis bagi para pelaku usaha yang mengikuti kegiatan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi non-tunai sekaligus membantu UMKM menyesuaikan diri dengan perkembangan sistem pembayaran digital.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan berdiskusi dengan narasumber, mulai dari cara mengembangkan hasil pangan menjadi produk bernilai tambah hingga pengelolaan keuangan dan penggunaan QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berharap pelaku UMKM di Kelurahan Tempurejo semakin mampu mengoptimalkan potensi lokal, mengelola keuangan usaha dengan lebih baik, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usahanya.
Sinergi antara Uniska Kediri, pemerintah kelurahan, dunia perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin sehingga UMKM di Kelurahan Tempurejo mampu tumbuh semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing.