Usaha yang berkembang bukan hanya ditentukan oleh tingginya penjualan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mencatat setiap transaksi keuangan. Berangkat dari kesadaran tersebut, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Islam Kadiri (Uniska Kediri) menggelar Training of Trainers (TOT) SiAPIK pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Universitas Islam Kadiri.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi anggota GenBI Uniska Kediri untuk mengenal dan mempraktikkan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SiAPIK). Bekal tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mereka ketika mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menata pencatatan keuangan.
Kesibukan panitia telah dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Seluruh kebutuhan kegiatan dipersiapkan, mulai dari pengarahan internal, registrasi peserta, hingga pengecekan perlengkapan. Persiapan sejak pagi dilakukan untuk memastikan setiap sesi pelatihan dapat berjalan dengan lancar.
Acara resmi dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Uniska, dan Mars GenBI. Suasana pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum GenBI, dan pembina GenBI. Ketiganya menekankan pentingnya kemampuan mengelola catatan keuangan, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin mengetahui perkembangan usahanya secara lebih terukur.
Setelah pembukaan, peserta mulai diperkenalkan dengan SiAPIK. Pada sesi ini, peserta tidak hanya mempelajari fungsi aplikasi, tetapi juga diajak memahami alasan pencatatan keuangan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha.
Melalui catatan yang tertib, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi arus kas, aset, kewajiban, pendapatan, dan pengeluaran dengan lebih jelas. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menilai kesehatan usaha sekaligus membantu pemilik usaha mengambil keputusan dengan lebih tepat.

Materi kemudian berlanjut ke sesi yang lebih aplikatif. Peserta mempraktikkan langsung penggunaan SiAPIK berdasarkan karakteristik beberapa sektor usaha. Pada sesi pertama, praktik difokuskan pada sektor manufaktur dan jasa. Peserta belajar mencatat berbagai transaksi serta menyesuaikannya dengan aktivitas usaha pada masing-masing sektor.
Pelatihan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mencoba setiap tahapan pencatatan secara langsung. Cara ini membantu peserta memahami alur penggunaan SiAPIK sekaligus mengenali kemungkinan kendala yang dapat muncul ketika aplikasi diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Setelah jeda istirahat, salat, dan makan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pencatatan untuk sektor perdagangan dan pertanian. Dua sektor tersebut memiliki karakteristik transaksi yang berbeda. Usaha perdagangan cenderung memiliki perputaran transaksi harian, sedangkan usaha pertanian kerap mengikuti musim dan siklus produksi.
Dengan mempelajari empat sektor sekaligus manufaktur, jasa, perdagangan, dan pertanian, peserta memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai penggunaan SiAPIK. Mereka juga belajar bahwa setiap jenis usaha membutuhkan pendekatan pencatatan yang sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan masing-masing.
Menjelang berakhirnya kegiatan, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan evaluasi. Sesi ini menjadi kesempatan untuk membahas materi yang belum dipahami, menyampaikan kendala selama praktik, serta berbagi masukan mengenai pelaksanaan pelatihan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada pukul 14.10 WIB dan diakhiri dengan dokumentasi bersama.
Melalui TOT SiAPIK, anggota GenBI Uniska Kediri tidak hanya diarahkan menjadi pengguna aplikasi, tetapi juga dipersiapkan untuk membagikan kembali pengetahuan yang telah diperoleh. Dengan demikian, manfaat pelatihan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM melalui kegiatan edukasi dan pendampingan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya GenBI Uniska Kediri dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di lingkungan masyarakat. Pencatatan yang sederhana, tertib, dan konsisten diharapkan dapat membantu UMKM mengenali kondisi usahanya serta merencanakan pengembangan bisnis dengan lebih baik.