Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri yang ditempatkan di Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, menggelar pelatihan pembuatan briket arang rumahan berbahan dasar kulit kopi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja “Hilirisasi dan Sigap Pangan” yang digagas mahasiswa KKN-T lintas program studi, yakni Manajemen, Akuntansi, Peternakan, dan Pertanian.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN-T dalam memberikan nilai tambah terhadap limbah pertanian kopi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hampir 70 persen wilayah Desa Balerejo merupakan lahan perkebunan kopi jenis Robusta dan Excelsa. Kondisi tersebut menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas penting bagi perekonomian masyarakat, khususnya di Dusun Tlogomulyo.
Di balik melimpahnya hasil panen kopi, terdapat limbah kulit kopi dari proses pengolahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian kulit kopi dibuang dan sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berupaya mengenalkan alternatif pemanfaatan kulit kopi menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan di rumah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Balerejo. Materi disampaikan melalui presentasi kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara lesehan. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu KWT dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Balerejo serta turut dihadiri perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. Sedikitnya 30 peserta mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir kegiatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan briket arang berbahan dasar kulit kopi, mulai dari penyangraian kulit kopi hingga menghitam, pendinginan bahan baku, proses karbonisasi, hingga pencetakan menjadi briket siap pakai.
Selain memberikan pengetahuan teknis, mahasiswa KKN-T juga menjelaskan potensi pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan baku briket yang memiliki nilai jual. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha rumahan berbasis pengolahan limbah pertanian kopi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Bagi sebagian besar ibu-ibu KWT dan PKK, istilah briket masih terdengar asing. Hal tersebut justru memunculkan rasa penasaran dan ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses pembuatannya.
Mahasiswa KKN-T melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan inovasi baru di Desa Balerejo. Minimnya produk briket berbahan kulit kopi di lingkungan sekitar dinilai dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan limbah kopi yang memiliki potensi ekonomi.
Ketua KWT Desa Balerejo, Sri Sumiati, menyampaikan bahwa inovasi tersebut menarik karena menawarkan alternatif pemanfaatan limbah kulit kopi yang selama ini belum optimal.
“Inovasi briket kulit kopi ini menarik karena menjawab persoalan limbah yang selama ini kurang termanfaatkan secara optimal. Pelatihan seperti ini penting karena membuka wawasan bagi warga Desa Balerejo, terutama ibu-ibu KWT dan PKK, bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Kami berharap ke depan pengetahuan ini bisa terus dikembangkan oleh warga sendiri sehingga dapat menjadi salah satu sektor perekonomian Desa Balerejo,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN-T Uniska Kediri Desa Balerejo, Muhamad Taufiq Rozaqi, berharap inovasi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
“Kami akan sangat senang jika inovasi ini dapat bermanfaat bagi Desa Balerejo. Terutama karena kulit kopi masih belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dapat menjadi salah satu peluang usaha rumahan bagi warga Desa Balerejo,” ungkapnya.
Program pelatihan briket kulit kopi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukatif, tetapi dapat dikembangkan menjadi salah satu unit usaha rumahan yang dikelola secara mandiri oleh ibu-ibu KWT dan PKK Desa Balerejo.
Baca Juga : HUT ke-81 Kemerdekaan RI, UNISKA Kediri Teguhkan Peran Perguruan Tinggi untuk Kemajuan Indonesia
Hal tersebut sejalan dengan semangat program “Hilirisasi dan Sigap Pangan” yang mendorong optimalisasi potensi lokal dan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri turut menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Inovasi pengolahan limbah kulit kopi menjadi briket diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal, membuka peluang usaha, serta mendukung penguatan ekonomi rumah tangga masyarakat Desa Balerejo.