LPPM UNISKA Kediri Teguhkan Delapan Program Prioritas 2026–2027 untuk Memperkuat Ekosistem Riset

LPPM UNISKA Kediri Teguhkan Delapan Program Prioritas 2026–2027 untuk Memperkuat Ekosistem Riset

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggelar Forum Kelompok Riset UNISKA pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Aula Gedung E UNISKA Kediri. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan tata kelola kelompok riset sekaligus menyelaraskan arah penelitian dosen dengan kebijakan pengembangan riset universitas.

Mengangkat tema “Optimalisasi Tata Kelola dan Implementasi Kelompok Riset Menuju Riset yang Unggul, Kolaboratif, dan Berdampak”, forum tersebut difokuskan pada penguatan organisasi kelompok riset, penyusunan peta jalan penelitian, peningkatan produktivitas ilmiah, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra.

Rektor UNISKA Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penelitian merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, penguatan kelompok riset diperlukan agar kegiatan penelitian dosen tidak berjalan secara individual dan terpisah, tetapi berkembang melalui perencanaan yang terarah dan kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kelompok riset harus menjadi ruang bertemunya kepakaran, gagasan, dan semangat kolaborasi. Penelitian yang dilakukan tidak hanya diharapkan menghasilkan publikasi, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan reputasi UNISKA Kediri,” ungkapnya.

Rektor juga mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring kerja sama, serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kepala LPPM UNISKA Kediri, Dr. drh. Ertika Fitri Lisnanti, M.Si., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa forum kelompok riset menjadi bagian penting dari implementasi Delapan Program Prioritas LPPM UNISKA Tahun 2026–2027.

Delapan program tersebut meliputi:

  1. revisi dan pemutakhiran kelompok riset;
  2. pengembangan Pojok Kelompok Riset pada website LPPM;
  3. penyusunan roadmap penelitian;
  4. penguatan program desa binaan;
  5. peningkatan kinerja SINTA melalui pemutakhiran data penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan prototipe;
  6. pembuatan dan aktivasi akun RISBANG;
  7. penguatan kolaborasi internal dan eksternal; serta
  8. peningkatan perolehan hibah eksternal.

Menurut Ertika, pembaruan kelompok riset tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administratif, tetapi juga mencakup penyesuaian ketua dan anggota kelompok, pemetaan bidang kepakaran, penetapan fokus unggulan, keterkaitan dengan Sustainable Development Goals atau SDGs, serta penyusunan roadmap kelompok yang realistis dan terukur.

“Kelompok riset harus memiliki identitas keilmuan yang jelas, arah pengembangan yang berkelanjutan, serta target luaran yang dapat dievaluasi. Karena itu, roadmap perlu disusun secara berjenjang mulai dari roadmap universitas, program studi, kelompok riset, hingga roadmap individu dosen,” jelasnya.

Roadmap tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan kepakaran para anggota kelompok, mengarahkan tahapan penelitian dari tahun ke tahun, serta menghasilkan luaran berupa publikasi, Hak Kekayaan Intelektual, prototipe, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan proposal hibah.

Salah satu program yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Pojok Kelompok Riset pada website LPPM UNISKA Kediri. Platform ini dirancang sebagai pusat informasi mengenai profil kelompok, roadmap penelitian, publikasi dan HKI, desa binaan, kegiatan pengabdian, serta kepakaran dosen.

Keberadaan Pojok Kelompok Riset diharapkan dapat meningkatkan visibilitas kepakaran dosen, mempermudah terbentuknya kolaborasi internal maupun eksternal, mendukung penyusunan proposal hibah, serta memperkuat citra dan reputasi akademik UNISKA Kediri.

LPPM juga menetapkan target luaran tahunan bagi setiap kelompok riset. Target tersebut antara lain pengajuan minimal dua proposal hibah kompetitif setiap tahun, satu publikasi pada jurnal terindeks SINTA atau jurnal internasional bereputasi bagi setiap anggota, satu kegiatan pengabdian berbasis hasil riset, serta satu luaran inovasi, teknologi tepat guna, prototipe, atau HKI.

Melalui forum ini, LPPM UNISKA Kediri mengajak seluruh kelompok riset untuk membangun budaya penelitian yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada dampak. Penelitian diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi berkembang menjadi kekuatan institusi dalam melahirkan inovasi dan menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Baca Juga : Mahasiswa KKN-T UNISKA Kediri Resmi Mengabdi di Kelurahan Tinalan

Forum Kelompok Riset UNISKA sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas program studi dan fakultas. Dengan dukungan tata kelola yang baik, roadmap yang jelas, serta kolaborasi yang luas, UNISKA Kediri berkomitmen mewujudkan ekosistem riset yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

Bagikan dengan :