Momen Penuh Haru dan Kehangatan, Penutupan KKN-T Uniska Kediri di Dusun Tunggorono Desa Kalimanis

Momen Penuh Haru dan Kehangatan, Penutupan KKN-T Uniska Kediri di Dusun Tunggorono Desa Kalimanis

Setelah menyelesaikan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat sejak akhir Juli 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Uniska Kediri resmi mengakhiri masa pengabdian di Dusun Tunggorono, Desa Kalimanis. Acara penutupan KKN-T berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Balai Dusun Tunggorono, mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan penutupan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan laporan sekaligus berpamitan kepada masyarakat setelah menjalankan berbagai program selama masa KKN-T. Suasana haru dan kebersamaan terasa sejak persiapan kegiatan hingga seluruh rangkaian acara berakhir.

Persiapan penutupan telah dilakukan sejak pagi hari melalui kegiatan gladi bersih yang dimulai pukul 10.00 WIB. Gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Sementara itu, pada sore hari, mahasiswa mulai melakukan check-in dan briefing panitia pada pukul 18.00 WIB. Dengan mengenakan pakaian putih, almamater hijau Uniska Kediri, dan celana hitam, mahasiswa bersiap menyambut kedatangan para tamu undangan.

Acara penutupan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan Desa Kalimanis. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kalimanis, Mujiono, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T, Wildan Isna Asyhar, S.Pd.I., M.Pd., perangkat desa, tokoh agama Islam dan Kristen, guru SD Kalimanis 4, serta masyarakat Dusun Tunggorono.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Ketua Kelompok KKN-T Uniska Kediri menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian di Desa Kalimanis.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Wildan Isna Asyhar, S.Pd.I., M.Pd., dan Kepala Desa Kalimanis, Mujiono. Dalam sambutannya, kedua pihak menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan sinergi yang telah terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat selama pelaksanaan KKN-T.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran berbagai program yang telah dilaksanakan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar memahami kebutuhan dan potensi masyarakat secara langsung.

Memasuki pukul 19.50 WIB, suasana haru mulai terasa ketika prosesi pemotongan tumpeng dilaksanakan secara simbolis. Prosesi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan KKN-T dengan lancar. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan kartu identitas mahasiswa sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN-T di Desa Kalimanis.

Sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus kontribusi bagi pemerintah desa, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri juga menyerahkan Buku Profil Desa Kalimanis secara simbolis kepada pihak pemerintah desa. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dokumentasi yang memberikan gambaran mengenai kondisi, potensi, dan karakteristik Desa Kalimanis.

Suasana semakin hangat ketika acara memasuki sesi ramah tamah pada pukul 20.10 WIB. Para tamu undangan dan masyarakat diajak menyaksikan video profil Desa Kalimanis serta after movie KKN-T yang telah disiapkan oleh mahasiswa.

Tayangan tersebut menghadirkan kembali berbagai cerita selama mahasiswa menjalankan pengabdian, mulai dari pelaksanaan program kerja, kegiatan bersama masyarakat, hingga berbagai momen kebersamaan yang tercipta selama berada di Dusun Tunggorono. Suasana balai dusun pun dipenuhi tepuk tangan, senyum, dan gelak tawa ketika berbagai kenangan kebersamaan mahasiswa dan warga kembali ditampilkan melalui layar.

Bagi mahasiswa, penutupan KKN-T bukan sekadar tanda berakhirnya masa pengabdian, tetapi juga menjadi momentum untuk membawa pulang berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat. Kebersamaan dengan warga Dusun Tunggorono menjadi bagian dari perjalanan yang tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman sosial dan kemanusiaan mahasiswa.

Rangkaian kegiatan penutupan KKN-T Uniska Kediri di Dusun Tunggorono akhirnya berakhir pada pukul 21.00 WIB. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh mahasiswa KKN-T, kepala desa, perangkat desa, DPL, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, serta warga Dusun Tunggorono.

Baca Juga : GDP (Gedor Digital Purwodadi): KKNT Uniska Kediri Dorong Digitalisasi UMKM melalui Pendampingan QRIS dan Google Maps

Berakhirnya masa KKN-T di Desa Kalimanis menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa, namun hubungan dan kenangan yang telah terbangun bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Melalui kegiatan tersebut, KKN-T Uniska Kediri meninggalkan berbagai program, pengalaman, dan cerita yang diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi kenangan baik bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Kalimanis.

Bagikan dengan :