PEKA: Tim KKNT Uniska Kediri Edukasi Siswa MI Al-Miftahiyah Cegah Bullying melalui Semangat Kasih Sayang

PEKA: Tim KKNT Uniska Kediri Edukasi Siswa MI Al-Miftahiyah Cegah Bullying melalui Semangat Kasih Sayang

Upaya membangun karakter anak membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya dari lingkungan keluarga dan sekolah, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Uniska Kediri melalui kegiatan PEKA (Pelajar Mahasiswa Edukasi Kasih Sayang dan Anti Bullying) di MI Al-Miftahiyah, Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Mengusung tema “Kasih Sayang Menyatukan, Bullying Menghancurkan”, kegiatan tersebut menyasar siswa kelas V dengan tujuan menanamkan nilai kepedulian, empati, kasih sayang, dan sikap saling menghargai. Kegiatan dikemas secara interaktif agar siswa dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Ketua Tim KKNT Desa Purwodadi, Febrian Nur Khanifah, mahasiswa Fakultas Ekonomi. Dalam sambutannya, Febrian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar MI Al-Miftahiyah yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa KKNT Uniska Kediri untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Febrian, PEKA tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pembentukan karakter generasi muda. Lingkungan sekolah, menurutnya, menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian, dan sikap saling menghormati sejak dini.

“Sekolah menjadi tempat yang sangat penting untuk menanamkan nilai kasih sayang dan saling menghargai. Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak dini, diharapkan tindakan bullying dapat dicegah,” ujarnya.

Sambutan tersebut mendapat respons positif dari Kepala MI Al-Miftahiyah, Imron Samsul Ma’arif, M.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim KKNT Uniska Kediri yang menghadirkan kegiatan edukatif bagi para siswa.

Menurutnya, edukasi mengenai kasih sayang dan anti-bullying sangat relevan dengan kondisi dunia pendidikan saat ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah.

Memasuki sesi utama, suasana kelas semakin hidup ketika Dita Tri Alfianasari, mahasiswa Fakultas Ekonomi sekaligus anggota Tim Humas KKNT Desa Purwodadi, menyampaikan materi mengenai kasih sayang dan anti-bullying.

Dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, Dita mengajak siswa mengenali berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari bullying secara verbal, fisik, hingga sosial. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying, baik terhadap korban maupun pelaku.

Selain mengenali bentuk-bentuk bullying, siswa diajak memahami pentingnya berani mengatakan tidak terhadap perundungan dan tidak ikut menjadi bagian dari tindakan tersebut. Para siswa juga didorong untuk membangun kebiasaan saling menghormati, membantu teman, serta tidak membeda-bedakan satu sama lain.

Agar materi tidak terasa monoton, penyampaian edukasi dikemas melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan ringan. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menjaga pertemanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif yang mengajarkan nilai kerja sama, kepedulian, dan kekompakan. Suasana penuh gelak tawa membuat kegiatan semakin menarik. Melalui permainan tersebut, siswa diajak memahami bahwa membangun hubungan pertemanan yang sehat membutuhkan sikap saling membantu dan menghargai.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembuatan Mading Kasih Sayang sebagai simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk bullying. Siswa kelas V bersama Tim KKNT Uniska Kediri membubuhkan cap tangan pada sebuah banner sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan penuh kasih sayang.

Jejak tangan yang tertoreh pada banner tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pertemanan yang positif. Pesan yang ingin dibangun sederhana, yaitu tidak menyakiti teman, tidak membeda-bedakan, berani membantu ketika melihat perundungan, dan selalu mengedepankan kasih sayang.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama yang diikuti oleh Kepala MI Al-Miftahiyah, dewan guru, siswa kelas V, dan seluruh Tim KKNT Uniska Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Melalui program PEKA, Tim KKNT Uniska Kediri berharap nilai kasih sayang, kepedulian, empati, dan sikap saling menghormati tidak berhenti sebagai materi edukasi, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Perayaan HUT RI ke-81 Meriah, KKN-T Uniska Kediri Bersama Warga Dusun Tunggorono Gelar Beragam Lomba

Dengan semangat “Kasih Sayang Menyatukan, Bullying Menghancurkan”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan budaya saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Bagikan dengan :