Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri kembali melaksanakan kegiatan pembinaan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) RI Tahun 2025. Pembinaan ke-7 yang dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026 tersebut mengangkat tema “Penguatan Bahasa Asing” dan dipandu oleh mentor BCB UNISKA Kediri, Dr. Siti Aminah, S.Ag., M.Pd.I.

Kegiatan pembinaan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kesiapan mahasiswa penerima beasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia akademik dan persaingan global. Penguasaan bahasa asing dinilai tidak lagi hanya menjadi kemampuan tambahan, tetapi telah menjadi salah satu kompetensi penting yang dapat menunjang proses pendidikan, pengembangan diri, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Dalam penyampaian materi, Dr. Siti Aminah menjelaskan bahwa kemampuan bahasa asing dapat memberikan akses yang lebih luas terhadap berbagai sumber pengetahuan dan literatur ilmiah internasional. Sebagian besar jurnal, hasil penelitian, serta referensi akademik global menggunakan bahasa asing sehingga mahasiswa perlu membangun kemampuan bahasa secara konsisten agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan secara lebih luas.
Selain mendukung aktivitas akademik, penguasaan bahasa asing juga dapat meningkatkan peluang mahasiswa dalam mengikuti program pertukaran pelajar, memperoleh beasiswa pendidikan di tingkat internasional, memperluas jejaring, serta meningkatkan daya saing dalam dunia kerja.
Mahasiswa juga mendapatkan berbagai strategi praktis untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing. Proses pembelajaran dapat dimulai dengan menentukan tujuan yang jelas sesuai kebutuhan, baik untuk kepentingan akademik, komunikasi, persiapan ujian, maupun pengembangan karier.
Kebiasaan sederhana seperti membaca artikel berbahasa asing, mendengarkan podcast, menonton tayangan edukatif, serta mempelajari kosakata baru secara rutin dinilai dapat membantu meningkatkan kemampuan secara bertahap. Mahasiswa juga didorong untuk lebih aktif melatih kemampuan berbicara tanpa takut melakukan kesalahan.
Pemanfaatan teknologi turut menjadi salah satu strategi yang dibahas dalam pembinaan. Berbagai aplikasi dan platform pembelajaran dapat digunakan untuk membantu mahasiswa mempelajari kosakata, melatih kemampuan mendengar, serta meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara lebih interaktif.
Selain belajar secara mandiri, mahasiswa dianjurkan untuk bergabung dalam komunitas atau kelompok belajar bahasa. Lingkungan belajar yang aktif dinilai dapat meningkatkan motivasi sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi secara langsung.
Melalui pembinaan tersebut, mahasiswa diingatkan bahwa peningkatan kemampuan bahasa asing membutuhkan proses, kedisiplinan, dan konsistensi. Kebiasaan belajar selama 15 hingga 30 menit setiap hari dinilai lebih efektif dibandingkan belajar dalam waktu panjang tetapi tidak dilakukan secara berkelanjutan.

Pembinaan mahasiswa BCB RI 2025 tersebut selanjutnya dirangkai dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk implementasi nilai kepedulian dan pengabdian sosial yang turut dikembangkan dalam proses pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS.
Baca Juga : UNISKA Kediri Gelar Santunan Anak Yatim dan Tasyakuran Akreditasi Unggul Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, mahasiswa BCB RI 2025 UNISKA Kediri diharapkan tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, kepedulian sosial, serta kesiapan yang lebih baik untuk menghadapi berbagai peluang dan tantangan pada masa mendatang.