Ujian Karakter Manusia

Ujian Karakter Manusia

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin jama’ah sholat jum’ah Rahima kumullah.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hadirin jama’ah sholat jum’ah Rahima kumullah.

Ada sebuah dawuh yang sangat dalam maknanya dari Ali bin Abi Thalib, beliau mengatakan bahwa :

المرء يتغير ثلاث, القرب من الملوك, والولايات, والغنى بعدالفقر.

فمن لم يتغير قي هذه فهو ذو عقل قويم وخلق مستقيم.

seseorang bisa berubah karena tiga hal: dekat dengan penguasa, memegang jabatan, dan menjadi kaya setelah miskin.

Perkataan ini menggambarkan betapa rapuhnya hati manusia ketika diuji dengan kekuasaan, kedudukan, dan harta. Banyak orang yang awalnya sederhana, rendah hati, dan dekat dengan kebenaran, namun berubah ketika ia memiliki akses kepada kekuasaan. Lisannya menjadi tajam, hatinya menjadi keras, dan sikapnya jauh dari keadilan.

Demikian pula ketika seseorang diberi jabatan. Amanah yang seharusnya menjadi sarana berbuat kebaikan justru berubah menjadi alat untuk mencari keuntungan pribadi. Ia lupa bahwa jabatan adalah tanggung jawab, bukan kemuliaan.

Dan ketika seseorang yang dahulu hidup dalam kekurangan kemudian diberi kekayaan, tidak sedikit yang berubah sikapnya. Ia lupa masa lalunya, enggan berbagi, bahkan merendahkan orang lain yang masih berada dalam kesulitan.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

فمن لم يتغير قي هذه فهو ذو عقل فويم وخلق مستقيم.

Sayyidina Ali melanjutkan, barang siapa yang tidak berubah karena tiga hal tersebut, maka ia adalah orang yang memiliki akal yang kokoh dan akhlak yang lurus.

Inilah tujuan yang harus kita capai: tetap rendah hati saat dekat dengan kekuasaan, tetap amanah saat memegang jabatan, dan tetap dermawan serta bersyukur saat diberi kekayaan.

Karena sejatinya kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang ia miliki, tetapi dari bagaimana ia menjaga akhlaknya dalam setiap keadaan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah dalam kebaikan, tidak berubah oleh dunia, dan selalu menjaga hati serta akhlak kita.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Bagikan dengan :