Uniska Kediri Gelar Sosialisasi Zero Waste di Kelurahan Manisrenggo melalui Revitalisasi Biopori dan Aplikasi Bank Sampah

Uniska Kediri Gelar Sosialisasi Zero Waste di Kelurahan Manisrenggo melalui Revitalisasi Biopori dan Aplikasi Bank Sampah

Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan bertema “Sosialisasi Zero Waste Melalui Program Revitalisasi Biopori dan Aplikasi Bank Sampah” yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Gedung Serbaguna Kelurahan Manisrenggo. Kegiatan ini menggandeng Ibu-Ibu PKK Kelurahan Manisrenggo sebagai mitra, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Turut hadir pula mahasiswa Uniska Kediri, dari Program Studi Teknik Komputer, yang ikut mendukung jalannya kegiatan.

Program PKM ini menghadirkan dua materi utama, yaitu Revitalisasi Biopori dan Aplikasi Bank Sampah. Kedua materi tersebut disampaikan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan gaya hidup zero waste, sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Dalam sambutannya, Lurah Manisrenggo, Bapak David Hendra Mawan, A.SE., M.M., menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Menurutnya, semangat zero waste harus dibarengi dengan kesadaran untuk memilah sampah agar penanganannya menjadi lebih efektif dan bernilai guna bagi masyarakat.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari dosen lintas bidang di lingkungan Uniska Kediri. Dari Fakultas Pertanian, tim yang terlibat antara lain Dr. Endang Saptahari, S.Pt., M.P., Imam Habibi, S.P., M.Sc., Nurina Rahmawati, S.Pt., M.P., Erlin Widya Fatmawati, S.P., M.P., serta drh. Ertika Fitri Lisnanti, M.Si. Sementara itu, Iin Kurniasari, S.Kom., M.Si., M.Kom. merupakan dosen dari Fakultas Teknik yang turut memperkuat pelaksanaan program ini.

Imam Habibi, S.P., M.Sc. menjelaskan bahwa sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan melalui program biopori untuk menghasilkan pupuk organik. Ia menyampaikan bahwa program tersebut memiliki nilai strategis dalam menunjang ketahanan pangan lokal, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kota Kediri.

Lebih lanjut, Imam Habibi menuturkan bahwa pupuk organik yang dihasilkan dari biopori dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di lingkungan rumah tangga. “Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai media tanam, masyarakat dapat menanam berbagai jenis sayur dan buah secara mandiri di rumah” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Uniska Kediri berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada upaya membuang, tetapi juga pada proses mengolah, memilah, dan memanfaatkan kembali sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Revitalisasi biopori dan pemanfaatan bank sampah diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Baca Juga : Uniska Kediri Perkuat Wawasan Analisis SDM, Tegaskan Komitmen pada SDM Unggul

Partisipasi aktif masyarakat, pemerintah kelurahan, dosen, dan mahasiswa menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat melahirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan. Kegiatan PKM ini sekaligus menegaskan peran Uniska Kediri sebagai perguruan tinggi yang terus hadir memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat.

Bagikan dengan :