Di balik proses produksi tahu yang berlangsung setiap hari, terdapat perjalanan usaha keluarga yang telah bertahan selama dua generasi. Potensi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Islam Kadiri (KKN-T UNISKA) Kediri di Kelurahan Tinalan melalui program pendampingan digitalisasi UMKM Tahu Takwa Populer.

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di tempat produksi UMKM Tahu Takwa Populer, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sebanyak 15 mahasiswa KKN-T UNISKA Kediri terlibat dalam kegiatan yang difokuskan pada pemetaan kondisi usaha, identifikasi kebutuhan pemasaran, serta penyusunan awal konten promosi digital.
Pendampingan diawali dengan survei dan wawancara bersama pemilik UMKM, Mariyono. Melalui sesi tersebut, mahasiswa menggali informasi mengenai sejarah usaha, sistem produksi, strategi pemasaran, jangkauan distribusi, serta kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa Tahu Takwa Populer merupakan usaha keluarga yang telah dikelola selama dua generasi. Produk yang dihasilkan dipasarkan melalui pasar tradisional, didistribusikan ke sejumlah kota, serta disetorkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.
UMKM tersebut juga telah memiliki akun media sosial dan profil usaha di Google. Meskipun demikian, pemanfaatan kanal digital masih terbatas dan belum menjangkau penjualan melalui marketplace.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menawarkan pendampingan dalam bentuk pembuatan video profil usaha dan konten promosi digital. Pemilik UMKM menyambut baik gagasan tersebut serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendokumentasikan proses produksi secara langsung.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa mengikuti dan mendokumentasikan seluruh tahapan produksi tahu. Proses tersebut dimulai dari persiapan bahan baku, perendaman dan pembersihan kedelai, penggilingan, perebusan, penyaringan, pencetakan, pemadatan, hingga pemotongan tahu.

Tahap akhir produksi dilakukan melalui proses perebusan untuk menghasilkan dua jenis produk, yaitu tahu putih dan tahu kuning. Seluruh rangkaian tersebut direkam sebagai bahan penyusunan video profil yang akan menampilkan identitas usaha, proses produksi, dan karakter produk Tahu Takwa Populer.
Dokumentasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai materi promosi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan proses produksi kepada calon konsumen. Melalui konten visual, masyarakat dapat mengetahui tahapan pembuatan produk sekaligus memahami nilai dan pengalaman yang dimiliki UMKM.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mempelajari pengelolaan usaha skala mikro dan kecil. Mahasiswa dapat melihat bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun identitas merek dan memperluas akses pasar.
Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Media sosial, profil usaha digital, video produk, dan marketplace dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kehadiran usaha di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN-T UNISKA Kediri menjadi tahap awal dalam mendukung proses tersebut. Data mengenai profil usaha, proses produksi, serta sistem pemasaran yang telah diperoleh akan digunakan sebagai bahan penyusunan konten promosi digital.
Mariyono berharap video profil dan konten promosi yang dihasilkan dapat membantu memperkenalkan Tahu Takwa Populer kepada masyarakat yang lebih luas. Dukungan tersebut juga menjadi langkah awal untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca Juga : “NGOPII HUKUM” KKN UNISKA Kediri Bekali Warga Nglurup Pemahaman tentang Hukum Waris
Mahasiswa KKN-T UNISKA Kediri berharap kegiatan ini tidak berhenti pada proses dokumentasi. Pendampingan diharapkan berlanjut melalui pengembangan media promosi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengelola UMKM.
Melalui program tersebut, KKN-T UNISKA Kediri berupaya menghadirkan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal Kelurahan Tinalan.