Purwodadi, Kediri — Kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Semangat tersebut diwujudkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Uniska Kediri melalui program DIREMAS (Distribusi Rumah Sampah dan Media Aksi Sampah Sekolah) di SDN Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Mengusung tema “Pilah Sampah Bumi Indah”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKNT Uniska Kediri untuk mengenalkan pentingnya pemilahan sampah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di kalangan siswa. Kegiatan diikuti oleh siswa, kepala sekolah, dewan guru, serta mahasiswa KKNT Uniska Kediri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama di halaman sekolah. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu bersama guru dan mahasiswa KKNT. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tersebut menjadi pembuka kegiatan sebelum siswa mengikuti edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan. Ketua Tim KKNT Desa Purwodadi, Rizky Mahendra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SDN Purwodadi atas sambutan serta dukungan yang diberikan kepada mahasiswa dalam melaksanakan program pengabdian di lingkungan sekolah.
Rizky berharap program DIREMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan baru di lingkungan sekolah. Menurutnya, tindakan sederhana seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya selesai pada hari ini, tetapi bisa menjadi kebiasaan. Memilah sampah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari dan jika dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak yang besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Kepala SDN Purwodadi, Komarudin, S.Pd., M.Pd., menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKNT Uniska Kediri tersebut. Ia mengapresiasi kepedulian mahasiswa dalam memberikan edukasi lingkungan kepada para siswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Memasuki sesi inti, suasana kegiatan semakin interaktif ketika Dita Tri Alfianasari dan Ragil Feri Wibowo menyampaikan materi mengenai pemilahan sampah. Dengan pendekatan komunikatif, materi disampaikan melalui penjelasan sederhana, permainan, dan sesi tanya jawab sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
Para siswa dikenalkan dengan perbedaan sampah organik dan anorganik beserta contoh-contohnya yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai jenis sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami, seperti plastik, kaleng, dan kaca.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa membuang sampah sembarangan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti kuis, serta menyampaikan pengalaman mengenai kebiasaan membuang dan memilah sampah di lingkungan sekitar. Suasana edukasi yang dikemas secara menyenangkan membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Sebagai bentuk implementasi dari edukasi tersebut, Tim KKNT Uniska Kediri juga menyerahkan tempat sampah pilah kepada pihak SDN Purwodadi. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.
Kehadiran tempat sampah pilah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kebersihan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa. Dengan tersedianya tempat sampah berdasarkan jenisnya, siswa dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan.
Program DIREMAS memang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Melalui penyediaan fasilitas dan media aksi, mahasiswa KKNT Uniska Kediri mendorong agar edukasi yang diberikan dapat dilanjutkan dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan memilah sampah diharapkan perlahan menjadi bagian dari budaya sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, aktif berdiskusi, dan menunjukkan pemahaman mengenai pentingnya membedakan sampah organik dan anorganik. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan mahasiswa KKNT Uniska Kediri, Kepala SDN Purwodadi, dewan guru, dan seluruh siswa. Momen tersebut menjadi simbol terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan dasar dalam membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Baca Juga : PEKA: Tim KKNT Uniska Kediri Edukasi Siswa MI Al-Miftahiyah Cegah Bullying melalui Semangat Kasih Sayang
Melalui program DIREMAS (Distribusi Rumah Sampah dan Media Aksi Sampah Sekolah), Tim KKNT Uniska Kediri berharap semangat “Pilah Sampah Bumi Indah” tidak berhenti sebagai slogan kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang terus diterapkan di lingkungan SDN Purwodadi.
Dengan membiasakan anak-anak memilah sampah sejak usia dini, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan, mampu menjaga lingkungan, serta dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lestari.

