Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri melalui Program SIGAP Pangan yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia menggelar kegiatan pengenalan dan pengolahan komoditas pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Balai RW, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (13/8/2026), tersebut mengangkat pengolahan ubi jalar menjadi Goguma Chips.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi pangan dengan mengenalkan kepada masyarakat bahwa komoditas pangan lokal tidak hanya dapat dimanfaatkan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.10 WIB tersebut diikuti oleh 22 warga Kelurahan Tinalan dan melibatkan 15 mahasiswa KKN-T Uniska Kediri sebagai panitia pelaksana. Kegiatan turut dihadiri Ketua RW 08, Ketua RW 09, perwakilan TP PKK Kelurahan Tinalan, serta perwakilan Kelurahan Tinalan melalui Kasi Ekonomi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Kelurahan Tinalan. Selanjutnya, dosen Uniska Kediri, Baju Pramutoko, hadir sebagai narasumber untuk memberikan materi mengenai pengenalan, pengolahan, dan peningkatan nilai tambah komoditas pangan, khususnya ubi jalar dan ketela pohon.
Dalam pemaparannya, Baju menjelaskan berbagai karakteristik ubi jalar dan ketela pohon sebagai komoditas pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Materi yang disampaikan meliputi ragam jenis ubi jalar berdasarkan warna daging, kandungan nutrisi seperti karbohidrat, serat, vitamin, beta-karoten, antosianin, dan mineral, serta manfaat ubi jalar sebagai bahan pangan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai keamanan dalam memilih bahan pangan, persiapan bahan sebelum pengolahan, berbagai bentuk olahan ubi jalar dan ketela pohon, hingga pemanfaatan mesin modern dalam proses pengolahan komoditas umbi.

Materi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengolahan komoditas pangan sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai tambah. Dengan adanya proses hilirisasi, bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan jika hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Goguma Chips bersama warga. Peserta mengikuti proses pengolahan secara langsung dengan didampingi mahasiswa KKN-T Uniska Kediri dan narasumber.
Praktik tersebut menjadi penerapan dari materi yang telah disampaikan sekaligus memberikan pengalaman kepada masyarakat dalam mengolah ubi jalar menjadi produk pangan yang lebih inovatif. Peserta dapat mengikuti secara langsung tahapan pengolahan hingga menghasilkan Goguma Chips yang siap dikonsumsi.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Bagi peserta, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru mengenai potensi ubi jalar dan ketela pohon, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang pengembangan produk pangan berbasis komoditas lokal.
Melalui Program SIGAP Pangan, mahasiswa KKN-T Uniska Kediri bersama Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk melihat komoditas pangan dari sisi yang lebih luas, yakni tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku produk olahan yang dapat memberikan nilai tambah.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat Kelurahan Tinalan, Ketua RW 08, Ketua RW 09, TP PKK Kelurahan Tinalan, serta pihak Kelurahan Tinalan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi pangan lokal.
Mahasiswa KKN-T Uniska Kediri berharap kegiatan SIGAP Pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan komoditas pangan. Melalui pengenalan dan praktik pembuatan Goguma Chips, masyarakat diharapkan dapat melihat peluang pengembangan produk pangan lokal sekaligus mendorong terciptanya produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
Program SIGAP Pangan sendiri merupakan bentuk kolaborasi Uniska Kediri dan Bank Indonesia dalam mendorong hilirisasi pangan. Pada pelaksanaannya, program ini diarahkan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat mengembangkan inovasi pengolahan komoditas pangan sehingga memiliki nilai tambah serta dapat mendukung penguatan ekonomi masyarakat.