Uniska Kediri dan KPM Gelar Babak Semifinal KSNR-8 serta Olimpiade Guru Sains-6, Diikuti 1.308 Peserta

Uniska Kediri dan KPM Gelar Babak Semifinal KSNR-8 serta Olimpiade Guru Sains-6, Diikuti 1.308 Peserta

Universitas Islam Kadiri (Uniska Kediri) berkolaborasi dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyelenggarakan babak semifinal Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 serta Olimpiade Guru Sains di Uniska Center, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang diikuti 1.308 peserta tersebut menjadi ajang mengasah kemampuan bernalar sekaligus memperjuangkan kesempatan menuju final nasional.

Berdasarkan rekapitulasi panitia, peserta terdiri atas 1.278 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas serta 30 guru sains. Keterlibatan pelajar dan pendidik dalam kegiatan ini menghadirkan semangat belajar bersama, sekaligus menempatkan pengembangan kemampuan sains sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Peserta jenjang SD mendominasi dengan jumlah 1.164 siswa, meliputi 258 siswa kelas 2, 271 siswa kelas 3, 221 siswa kelas 4, 230 siswa kelas 5, dan 184 siswa kelas 6. Sementara itu, jenjang SMP diikuti 109 siswa, terdiri atas 48 siswa kelas 7, 30 siswa kelas 8, dan 31 siswa kelas 9. Adapun peserta jenjang SMA berjumlah lima siswa, yakni dua siswa kelas 10 dan tiga siswa kelas 12.

KSNR tidak hanya menguji penguasaan materi pelajaran. Melalui pendekatan Sains Nalaria Realistik, kompetisi ini mendorong peserta menggunakan penalaran untuk memahami fenomena, menghubungkan konsep, dan memecahkan persoalan sains dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi peserta bukan sekadar mengingat teori, melainkan juga mengolah informasi dan menentukan penyelesaian secara logis.

Penanggung Jawab Rayon Kota Kediri, Ustazah Lucky, menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi meliputi empat tahap, yakni asesmen, penyisihan, semifinal, dan final. Pelaksanaan di Uniska Center merupakan babak semifinal, yang menjadi tahapan bagi peserta untuk meraih kesempatan melaju ke final. Menurut keterangannya, babak final akan diselenggarakan di UT Center Jakarta.

Di tengah upaya mendorong pencapaian prestasi, Lucky menaruh perhatian pada pentingnya memperluas kesempatan berkompetisi bagi siswa. Ia berharap semakin banyak sekolah dapat berpartisipasi dan memberikan dukungan kepada anak didiknya untuk mengembangkan kemampuan melalui ajang seperti ini.

“Harapannya, sekolah-sekolah lain bisa berpartisipasi, karena tidak semua sekolah bisa memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk ikut kompetisi,” ujar Lucky.

Harapan tersebut menempatkan kompetisi bukan hanya sebagai ruang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi siswa untuk mengenali potensinya. Dukungan sekolah menjadi bagian penting agar semakin banyak anak memperoleh pengalaman menghadapi tantangan akademik di luar pembelajaran sehari-hari.

Kepada para peserta, Lucky berpesan agar mengerjakan soal dengan maksimal. Ia berharap banyak peserta dapat melewati semifinal dan melanjutkan perjuangan hingga meraih medali pada babak final.

“Semoga maksimal mengerjakan dan banyak yang lolos. Semoga nanti di final bisa memborong medali sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Optimisme itu, menurut Lucky, didukung oleh capaian dua tahun terakhir. Ia menyebut peserta dari rayonnya berhasil meraih medali terbanyak dalam periode tersebut. Prestasi itu diharapkan menjadi penyemangat bagi peserta tahun ini untuk memberikan kemampuan terbaik dan kembali membawa pulang hasil yang membanggakan.

Kolaborasi Uniska Kediri dan KPM dalam kegiatan ini mempertemukan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, sekolah, dan pendidik dalam upaya mendukung pengembangan potensi siswa. Kehadiran Uniska Center sebagai lokasi semifinal turut membuka ruang bagi kampus untuk terlibat dalam pembinaan pendidikan lintas jenjang.

Baca Juga : Di Uniska Kediri, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Pangan sebagai Kehormatan Bangsa

Dari babak semifinal ini, harapan tidak hanya tertuju pada jumlah peserta yang lolos atau medali yang kelak diraih. Kesempatan berkompetisi juga diharapkan menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan, ketekunan belajar, serta kecintaan terhadap sains yang terus berkembang setelah kompetisi berakhir.

Bagikan dengan :